Pembebasan Lahan R3 Kembali Dilanjutkan, ini Jumlah Anggarannya

Sekda Kota Bogor, Syarifah Sofiah Dwikorawati. (Ist)

BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kembali akan melanjutkan pembangunan Jalan R3 di kawasan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur. Pemkot sudah memasukan rencana pembebasan lahan untuk kebutuhan Jalan R3 pada rencana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2021.

Anggaran yang diajukan pun tidak sedikit, yakni di angka Rp37 miliar. Hal itu diungkapkan Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Bogor, Syarifah Sofiah.

Menurutnya, dari hasil pembahasan rapat keempat Kebijakan Umum Perubahan Anggaran-Plafond Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Perubahan tahun 2021, dalam kondisi belum seimbang lantaran masih ada defisit sekitar Rp43 miliar.

Alotnya pembahasan TAPD dengan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Bogor para rapat keempat, sambung dia, salah satunya terkait rencana memasukan kegiatan pembebasan lahan untuk Jalan R3.

“Hasil pembahasan rapat keempat KUA PPAS Perubahan 2021 belum selesai (belum balance) karena masih ada PR (Pekerjaan Rumah, red). Yakni pertama untuk pembebasan lahan R3, (DPRD) minta lebih detail,” kata Syarifah ketika dihubungi Pakar Online, Jumat (17/9/2021).

Selain itu, pihaknya juga membicarakan terkait potensi menaikkan pendapatan untuk mereduksi defisit yang ada. Namun hal itu, kata dia, belum final. Syarifah menjabarkan bahwa pada rapat pertama, muncul defisit sebesar Rp203 miliar. Setelah dirasionalisasi, dikurangi hingga Rp122 miliar dan terakhir tinggal Rp43 miliar.

“Jadi ada PR jalan R3 itu. Selain itu, untuk mem-balance-kan anggaran, kami membicarakan kenaikan pendapatan, tapi belum final. Karena pembahasan kemarin lebih banyak fokus ke pembebasan lahan. Pada rapat pertama itu defisit Rp203 miliar, lalu dikurangi lagi sampai Rp122 miliar dan sekarang Rp43 miliar,” jelasnya.

Ia juga sempat menegaskan bahwa belum meredanya pandemi Covid-19 berdampak pada kondisi keuangan APBD Kota Bogor 2021. Hingga semester kedua tahun ini, realisasi pendapatan Kota Bogor disebut mengalami penurunan sekitar 15-17 persen. Alhasil perlu ada rasionalisasi dalam APBD Perubahan 2021.

“Kita ada penurunan pendapatan sekitar 15 sampai 17 persen akibat pengaruh PPKM kemarin. Sehingga harus ada rasionalisasi anggaran. Mana saja yang kemungkinan akan dihilangkan, dikurangi atau ditambahkan. Agar Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) APBD 2021 tidak terlalu besar,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto juga menyoroti masuknya rencana pembebasan lahan untuk pembangunan Jalan R3 pada rencana APBD Perubahan tahun ini.

Pihaknya memandang perlu ada pembahasan lebih lanjut untuk memastikan bahwa semua proses yang dilakukan sudah sesuai dengan tahapan yang diatur dalam regulasi.

“Sesuatu yang prioritas itu perlu kami lakukan segera, tapi unsur pemenuhan peraturan dan regulasi juga harus dikedepankan. Mudah-mudahan ada titik terang dari apa yang ditanyakan Banggar kemarin, bisa dijawab dalam rapat kelima nanti,” tutur Atang.

Secara umum, kata dia, Pemkot Bogor mengajukan anggaran pembebasan lahan R3 sebesar Rp37 miliar. Selain itu, Banggar masih berbeda pendapat dengan pemkot terkait lokasi lahan yang akan dibebaskan. Menurutnya, Banggar ingin rencana pembebasan lahan R3 ini sesuai dengan tahapan dan regulasi, di mana jalan yang direncanakan tembus hingga Wangun, Kecamatan Bogor Timur.

“Kemarin yang disampaikan ke kami, ternyata ada hal-hal yang perlu disinkronisasi lagi. Agar lahan yang dibebaskan benar-benar yang dibutuhkan untuk jalan R3 dan regulasi diatur, terpenuhi semua. Kalau bicara defisit, sekarang di angka Rp43 miliar,” tutup politisi PKS itu. RIF

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.