Pembangunan TPS Pasar Leuwiliang Diprediksi Molor, Cuaca Jadi Alasan

Penampakan pembangunan tempat penampungan sementara (TPS) Pasar Leuwiliang. IST

LEUWILIANG – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Tohaga Leuwiliang, pesimis pembangunan tempat penampungan sementara (TPS) bisa segera digunakan oleh para pedagang yang terdampak kebakaran.

Dikerjakan sejak 23 Oktober lalu, hingga saat ini progres pembangunan TPS tersebut baru mencapai 80 persen.

“Kalau untuk persentasenya dari jumlah posisi lahan yang siap digunakan itu hampir 80 persen, cuma untuk finishingnya masih belum,” ungkap Kepala UPT Pasar Tohaga Leuwiliang, Mulyadi kepada wartawan, Rabu (22/11/2023).

Dia berkilah lambatnya progres pembangunan TPS tersebut dikarenakan cuaca yang belakangan terus terjadi hujan.

Tak hanya itu, Mulyadi menyebut ada kendala lain yang menghambat jalannya pembangunan. Yakni beberapa lapak di antaranya harus dipindahkan dari lokasi awal.

Sehingga, dia memperkirakan pembangunan TPS tersebut tidak akan selesai pada 5 Desember 2023, target waktu yang telah ditentukan.

“Karena cuaca tak menentu ya, jadi
kemungkinan akan meleset dari tanggal 5 Desember. Terlebih ada juga pengalihan lokasi kalau dipaksakan akan cenderung menyempitkan akses jalan jadi ada lokasi pembangunan baru di sana pengalihan dari lokasi lama,” jelasnya.

Di sisi lain, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Tohaga, Kabupaten Bogor mulai menyusun tata letak pedagang Pasar Leuwiliang pada TPS tersebut.

Dirum Perumda Pasar Tohaga, Dadun Abdurrazaq mengatakan, penyusunan tata letak tersebut telah dibicarakan oleh pihaknya bersama para pedagang. Dimana untuk pedagang pada sektor sandang memilih dilakukan pengocokan ulang untuk menempati lapak di TPS tersebut.

“Itu untuk sektor sandang, sementara yang blok pangan seperti sayuran kaya gitu, mereka akan menempati sesuai tempat yang hari ini mereka tempati, tidak diundi ulang. Karena kan kalau yang pangan itu pasca kebakaran H+2 mereka langsung bikin masing-masing di tempat yang hari ini dijadikan di TPS, jadi mereka sudah memblok masing-masing dari awal,” kata Dadun.

Dadun menyebut ada sekitar 1.033 lapak dagang yang dibangun di TPS tersebut. Namun, hanya sekitar 300 pedagang yang memilih untuk dilakukan pengocokan ulang untuk letak kios dagangnya.

“Yang sandang itu kurang lebih 300an
Itu yang disepakati berdasarkan kesepakatan pedagang yang dirapatkan bersama Tohaga,” terang Dadun.

Menurut Dadun, pengocokan letak lapak dagang para pedagang ini akan dilakukan pasca pembangunan TPS Pasar Leuwiliang rampung dilakukan.

Di samping itu, Dadun menegaskan tidak akan ada pedagang baru yang masuk di TPS Pasar Leuwiliang tersebut.

“Kita sudah mengunci data yang data itu pun sudah divalidasi bersama dengan paguyuban pedagang,” tegasnya. =MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.