Pembangunan “Kolam Renang” SMPN 3 Ciawi Misterius

0
337

BOGOR – Pekerjaan pembangunan lapangan SMPN 3 Ciawi, Kecamatan Ciawi, memunculkan seribu pertanyaan. Salah satu proyek fisik di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor itu, diketahui tanpa plang kegiatan. Misterius layaknya proyek siluman.

Baik Disdik Kabupaten Bogor maupun pelaksana proyek, kompak menutupi ketika ditanyakan perihal tersebut.

“Saya tidak bisa menyebutkan nama penyedia jasanya, harus koordinasi terlebih dahulu dengan direkturnya,” ujar pelaksana proyek, Dedi, kepada Pakuanraya.com, Kamis (15/11/2018).

Dijelaskan dia, pembangunan lapangan SMPN 3 Ciawi dengan nominal anggaran Rp196 juta dimulai sejak September, dan sudah rampung menurut jadwal kontak kerja.

Namun, ada laporan ketika hujan, air menggenang, sehingga dilakukan perbaikan.

“Kebetulan masih dalam masa pemeliharaan, dan sudah seminggu ini dilakukan perbaikan,” akunya.

Dedi juga berdalih pihaknya sudah memasang plang proyek kegiatan. Namun, karena sudah selesai, plang tersebut dicabut.

Kasi Sarpras dan Kelembagaan SMP Disdik Kabupaten Bogor, Muchlis mengaku jika pihaknya belum menerima laporan progres pekerjaannya.

Dalam hal ini, ia pun menekan pihak ketiga agar menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu.

“Kaitan nama penyedia jasa, saya tidak hafal nama CV-nya. Harus dicek dulu. Namun, perihal plang proyek kegiatan, itu harus ada (terpasang),” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, lapangan olahraga SMPN 3 Ciawi menyerupai kolam renang. Air menggenang, meskipun hanya tersiram gerimis hujan.

“Mungkin saat dibangun tidak direncanakan untuk jalur perairannya. Selain itu lapangan
tidak rata akibat pembangunan yang tidak baik, sehingga ketika hujan, air menggenang di lapangan tersebut,” ujar seorang guru yang meminta namanya dirahasiakan.

Dia juga menyebut, sejak awal mula pembangunan, pihak sekolah tidak pernah mengetahui siapa penyedia jasanya.

Sepengetahuannya, SMPN 3 Ciawi mendapat bantuan pembangunan lapangan tahun 2018 dari Pemkab Bogor.

Kerugian immateriil

Kepala SMPN 3 Ciawi, Ari Widayati, mengaku merasa dirugikan dengan pekerjaan pembangunan lapangan. Apalagi selama berlangsungnya pekerjaan fisik, pihak ketiga tidak pernah berkoordinasi, untuk sekedar menjelaskan progres pekerjaan.

“Pelaksana pembangunan memang sempat permisi memohon izin sebelum memulai pekerjaan, tapi tidak pernah diberitahukan gambar, nama perusahaan dan besaran anggarannya berapa,” ucapnya.

Ia juga mengaku pernah menanyakan kepada pelaksana perihal plang nama kegiatan tidak pernah terlihat. Namun, dijawabkan sudah dibuat dan dipasang.

“Tapi, saya, guru maupun warga sekolah tidak pernah melihat plang nama proyeknya dipasang dimana. Memang dalam hal ini tidak ada kaitannya, sekolah hanya terima beres. Akan tapi kami khawatir sekolah ada kesan pihak sekolah ikut menyembunyikan permasalahan,” katanya.

Menurut mantan Kepala SMPN 02 Tanjungsari itu, secara materi pihaknya tidak mengalami rugi, tapi immateriil merugi, karena kegiatan keagamaan yang biasanya dilakukan pada pagi hari tidak bisa dilaksanakan.

“Yang jelas memang Pelaksananya tidak memiliki itikad baik. Hari ini saja (kemarin) melakukan pekerjaan pemeliharaan tidak permisi dulu, saya sendiri kaget tiba-tiba ada pekerja membongkar lapangan,” tutup Ari Widayati.

ACHMAD KURNIAWAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.