Pembangunan Jembatan Cibangkong, Camat Leuwiliang : Solusi Atasi Kesulitan Mobilitas Warga

LEUWILIANG – Camat Leuwiliang beserta jajarannya monitoring Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) dibidang pembangunan jembatan di Desa Pabangbon, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Pembangunan jembatan bersumber anggaran dari pemerintah pusat ini, sehingga memudahkan masyarakat ketika keluar masuk kampung.

Camat Leuwiliang Daswara Sulanjana mengatakan, program pisew yang didapatkan oleh Kecamatan Leuwliang tersalurkan di dua Desa, Desa Pabangbon dan Karehkel.

“Dua titik, kalo di Desa Karehkel ada TPT, kalau disini jembatan, sudah hampir puluhan tahun ya tidak memiliki jembatan. Dulu cuma ada jembatan bambu, hampir 30 Kartu Keluarga yang berada di RT 02 RW 03,” ungkapnya kepada Pakar Online, Selasa (21/9/2021).

Dengan program ini pihaknya menijau pembangunan jembatan di Desa Pabangbon dengan pembangunan ini dirinya melihat seberapa besar kemaslahatan bagi masyarakatnya.

“Alhamdulillah meskpun tidak maksimal, saya juga harus mengawasi pekerjaan dari pelaksana program provinsi kaitan masalah fisik akan tetapi nilai manfaat kemaslahatan bagi masyarakat saya,” ujarnya.

Lanjut Camat Daswara, pembangunan jembatan tersebut penghubung antar Dusan dan juga antar Desa, dari Desa Pabangbon dan juga Desa Karyasari.

“Artinya yang manfaatkan jalan dan jembatan ini tidak hanya dimanfaatkan oleh masyarakat desa Pabangbon dan juga Desa Karyasari, tapi jangan salah kalo berbicara jalan umum siapapun, dari Desa manapun, ketika mereka melihat akses yang lebih mudah tentunya dimanfatkan,” jelasnya.

Sementara itu, dengan pembangunan ini pihaknya meminta agar pengerjaan sesuai dengan kualitas dan kuantitas yang mempuni agar jembatan tersebut kuat dan kokoh.

“Artinya kita tidak bisa terlalu ke teknis saya lebih ke pengawas taksi, jadi teknis saya meminta kepada staf saya sebagai kordinator untuk secara intens untuk tahap-tahap dengan sesuai, sehingga pekerjaan yang lalu pun selesai di cek oleh tingkat provinsi tidak ada,” tuturnya.

Sementara itu, Ferry pendamping masyarakat provinsi Jawa Barat mengatakan, pembangunan Jembatan Cibangkong diatas sungai Camay dengan pengerjaan menggunakan bahan K250.

“Kalo untuk kontruksi secara umum menggunakan kontruksi baja komposit dengan pondasi batu kali dengan bantalan beton, setara dengan K250,” jelasnya.

Menurutnya, jembatan tersebut diyakini bisa bertahan selama 40 tahun jiga tidak tergerus oleh musibah bencana. “Jembatan ini permanen, jembatan ini insya Allah bertahan di 40 sampai 60 tahun kalo tidak ada bencana,” tutupnya. FIR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.