Pembangunan Hotel Sayaga Wisata Mangkrak, Ini Kata Pengamat

CIBINONG – Akibat tak kunjung rampung bertahun-tahun, Kebijakan Publik atau Direktur Democrazy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP) sebut pembangunan Hotel Sayaga Wisata rugikan negara.

“Pembangunan Hotel Sayaga Wisata ini sudah bertahun-tahun belum juga selesai, bahkan setiap tahun perusahaan ini mendapatkan suntikan dana anggaran dari pemerintah daerah artinya perusahaan ini kan malah membuang-buang anggaran berarti ada kerugian negara,” kata Kebijakan Publik atau Direktur Democrazy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP), Yusfitriadi kepada Pakar Online.

Dirinya juga mengungkapkan memiliki alasan mengapa Hotel Sayaga Wisata yang berada dijalan raya tegar beriman, kelurahan Cibinong tengah, Kabupaten Bogor tersebut malah merugikan negara.

“Ada yang janggal menurut saya, karena sejak awal juga saya tidak setuju adanya pembangunan ini. Karena pembangunan hotel sayaga ini tidak jelas, mulai dari konstruksinya, desain, unjuk waktu, keterbukaan anggaran dan itu merupakan kerugian negara yang sangat besar,” ungkapnya.

Lanjut, dirinya juga menyebutkan pembangunan Hotel Sayaga Wisata yang dilakukan oleh PT Sayaga tersebut tidak sesuai prosedur bahkan pembangunan tersebut tidak layak hingga nyaris ambruk.

“Saya berfikir jangan-jangan ada dugaan malpraktek dalam menggunakan anggaran negara demi kepentingan hotel tersebut, makanya saya meminta Pemkab Bogor untuk membentuk kembali evaluasi hotel sayaga yang sudah bertahun-tahun belum juga selesai,” paparnya.

Yusfitriadi juga meminta untuk hotel Sayaga tersebut diberhentikan pembangunannya karena telah memakan anggaran yang cukup banyak dan mengami kerugian negara.

“Seharusnya hotel Sayaga ini segera diaudit supaya lebih jelas berapa banyak duit anggaran uang habis, untuk desainnya saja tidak menarik banyak orang, bahkan hotel yang mau ambruk ini siapa yang mau menggunakannya. Makanya ini harus dipertimbangkan lagi, jangan sampai terus anggaran yang digunakan habis dengan cuma-cuma,” terangnya.

Sementara itu Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Asep Hermawan mengatakan Hotel Sayaga Wisata baru mengajukan legalitas izin mendirikan bangunan (IMB) sejak 21 April 2022.

“Baru kemarin tanggal 21 April 2022 mereka mang ajukan IMB dan kemarin 29 Juni sudah selesai surat ketetapan retribusi daerah (SKHRD) dan baru hari ini untuk proses pengambilan surat keputusannya,” tandasnya. AGE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.