Pekan Olahraga Nasional, Tim FPTI Jawa Barat Sabet 10 Medali

Ketua Umum FPTI Jawa Barat, Insan Budiman (kanan bawah), berfoto bersama atlet Jawa Barat, peraih medali emas kategori lead perorangan putri Widia Pujianti (tengah atas), dan peraih medali perak Salsabila (kiri atas) di arena Panjat Tebing SP2 Mimika, kemarin. (Foto by PB PON XX Papua/Arifin)

BOGOR – Tim panjat tebing Jawa Barat, harus puas dengan raihan satu medali emas, tiga medali perak dan enam medali perunggu, pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021, yang berlangsung di arena Panjat Tebing SP2 Mimika, sejak 28 September hingga 8 Oktober 2021.

Berdasarkan data yang didapat, raihan satu medali emas Jawa Barat dari cabor panjat tebing, diraih Widia Pujianti dari kategori Lead perorangan putri. Sedangkan tiga medali perak dipersembahkan, Widia Pujianti dari kategori Combined, Salsabila kategori Lead perorangan putri, dan Raharjati Nursyamsa kategori Speed Relay perorangan putra.

Sementara dari enam medali perunggu, dua di antaranya dipersembahkan Bim Sigrid, dari kategori lead dan boulder perorangan putra, satu lainnya dipersembahkan Salsabila di kategori boulder perorangan putri.

Sedangkan tiga perunggu tim dipersembahkan M Rizal Ramdan, Bim Sigrid, Dimas Wahyu AR (lead putra), Salsabila, Widia Pujianti dan Mar’tus Sholeha Triana Putri (lead tim putri), Salsabila, Widia Pujianti, Beti Nawa Fatus Yoganita, dan Aura Paramaratri (boulder tim putri.

Hingga pelaksanaan pertandingan cabor panjat tebing. Tim panjat tebing Jawa Barat, sukses mengemas sepuluh medali secara keseluruhan di ajang PON XX Papua 2021 kali ini.

Dikutip dari lama resmi KONI Jawa Barat, Manajer tim panjat tebing Jawa Barat, Sumaryono mengatakan, pada PON 2021 kali ini, Jawa Barat mengikuti 12 nomor yang dipertandingkan. Bahkan menurut Soemaryono, tim panjat tebing Jawa Barat selama bertanding mampu meloloskan semua nomor ke babak final.

“Sepuluh nomor kami mendapatkan medali, dua nomor lagi tidak dapat mendali,” kata Sumaryono.

Maryono mengakui, tampilnya atlet-atlet Pelatnas menjadikan tim panjat tebing yang diperkuat atlet muda kesulitan untuk bersaing.

“Akhirnya, kita banyak meraih di medali perak dan perunggu. Kita cukup terhalang oleh atlet  Pelatnas yang kembali ke daerah masing-masing,” kata Sumaryono.

Sumaryono juga menambahkan, dalam PON 2021, Tim Panjat tebing menurunkan 11 atlet-atlet andal ke Papua. Ke-11 atlet tersebut terdiri dari lima putri dan enam putra. Sementara peroleh medali diraih oleh sembilan atlet sedangkan dua atlet gagal mempersembahkan medali.

“Kami, mohon maaf tim panjat tebing belum memenuhi target tiga medali emas, yang kami targetkan di ajang PON 2021,” ujarnya.

Meski begitu, Sumaryono meyakinkan, para atlet yang diturunKan di ajang PON XX Papua 2021 akan menjadi asset Jawa Barat di masa yang akan datang.

“Atlet panjat tebing Jabar sekarang sudah menjadi asset untuk PON empat tahun ke depan, karena 80% dari mereka masih berusia dibawah 22 tahun, pada PON di Aceh dan Sumut tahun 2024, jadi mereka sudah matang, dengam asset yang sekarang Jawa Barat akan lebih maju dan menjadi perhitungan daerah lain,” Sumaryono menambahkan.

Ke depan lanjutnya, panjat tebing akan melakukan  pembinaan berkelanjutan. “Kita memiliki atlet – atlet muda di kami ini. Kita punya agenda kejuaran dunia di Bali bulan September tahun depan. Kita juga memiliki  tiga  atlet speed putra Jabar mengagetkan panjat tebing nasional. Dengan atlet rata rata berusia 20 tahun,  mampu mengimbangi bahkan melampaui atlet-atlet Pelatnas,” ujar Sumaryono memaparkan. =ADI/KONI Jabar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.