PD Pasar Leuwiliang Bakal Jadi Pasar Induk, Begini Kata Kadis Dagin

Arif Rahman. (Dok. Pakar)

LEUWILIANG – Wacana lama bergulir lagi. Pasar Tohaga Leuwiliang, di Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, di tahun 2025/2026 mendatang akan dinaikan statusnya menjadi Pasar Induk Bogor Barat.

Untuk pembangunan Pasar Leuwiliang yang di 2023 kemarin ludes diamuk si jago merah, sampai saat ini masih dalam tahap penggodokan anggaran termasuk Detail Engineering Design (DED) atau detail gambar kerjanya juga masih dalam rencana persiapan. Demikian dikatakan Kepala Dinas Perdagangan dan Industri Kabupaten Bogor, Arif Rahman.

“Untuk Pasar Tohaga Leuwiliang yang tahun 2023 kemarin terbakar, saat ini baru selesai dibangun tempat penampungan sementaranya (TPS) untuk kebutuhan merelokasi semua pedagangnya,” kata Arif Rahman.

Ditegaskan Kadis, pihaknya sudah menghadap ke Pj Bupati Bogor Asmawa Tosepu sebagai tindak lanjut atas kunjungan Pj Bupati ke Pasar Tohaga Leuwiliang guna melaporkan kondisi terkini pasar tersebut.

“Dalam pertemuan, kami dengan Pj Bupati, beliau mengintruksikan agar segera dilaksanakan pembangunannya. Berdasarkan masukan dari PD Tohaga Pasar Leuwiliang, sebelum dimulai pembangunannya, pihak Tohaga akan terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada semua pedagang agar kondusif. Mudah-mudahan tahun 2024 ini ada informasi terkait keputusan mengenai mekanisme persiapan pembangunan pasarnya apakah dari dana APBD, apakah dari bantuan dana stimulus pemerintah pusat, atau kita kerjasamakan dengan pihak ketiga, dan semuanya masih kita kaji untuk pelaksanaan pembangunannya,” terang Arif Rahman.

Masih kata Kadis Dagin, pihaknya berharap pasca Lebaran ini akan segera dilakukan kajian.
“Jadi sekali lagi, langkah awal kami adalah melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada semua para pedagang sebelum pembangunan dimulai,” jelasnya..

Kadis Arif Rahman juga menyinggung soal Detail Engineering Design (DED)-nya masih belum dibuat dan berharap di tahun 2024 ini detail gambar kerja pembangunannya bisa segera dirancang dan tahun 2025.

“Berdasarkan intruksi Pj Bupati, pasar Tohaga Leuwiliang akan dinaikan statusnya menjadi Pasar Induk, mengingat selama ini pasar Leuwiliang banyak melayani semua pasar kecil di Bogor Barat. Jadi secara otomatis, Pasar Leuwiliang sudah beroperasi layaknya seperti pasar induk, makanya nanti konsep pembangunannya akan kita sesuaikan dengan status barunya sebagai pasar Induk,” paparnya.

Terpisah, Mulyadi Kepala Unit PD Tohaga Pasar Leuwiliang menambahkan, untuk situasional terkini di Pasar Leuwiliang pasca kebakaran, dimana semua pedagangnya sudah direlokasi ke Tempat Penampungan sementara, dan akupansi pedagang yang ada, berkisar 60 hingga 70 persen saja dari jumlah TPS yang tersedia.

“Mengingat pasca kebakaran, banyak para pedagang yang perlu pemulihan diri atau recovery sehingga masih belum bisa berjualan. Sedangkan dari total lokal sebelum kebakaran, jumlah pedagang tercatat ada 2.000 pedagang. Namun, pasca kebakaran jumlahnya menyusut menjadi 1.300 pedagang. Jadi secara keseluruhan untuk komponen jumlah kios dan oos di Pasar Leuwiliang ada 1.231 pedagang, dan sisanya awning,” ungkap Mulyadi.

Menurut Mulyadi, dalam peristiwa kebakaran tahun 2023 lalu, untuk total ruang yang terbakar mencapai 90 persen yakni pada zona utama A, B dan C atau sekitar 1050 kios dan los, semua habis terbakar. Namun untuk zona awning, seluruhnya selamat dari kebakaran.

“Pasca kebakaran, Disdagin Kabupaten Bogor sudah membangun 706 lokal baru. Sehingga total keseluruhan lokal yang dibangun sebagai tempat penampungan Slsementara bagi pedagangnya, berjumlah 1.400 lokal”, ungkapnya.

Ditambahkan Kanit Pasar Tohaga Leuwiliang Mulyadi, dimana saat ini kondisi jumlah TPS yang tersedia sangat terbatas, bahkan keberadaannya cukup membatasi ruang gerak para pedagangnya maupun ruang gerak transaksi antara pedagang dan pembeli.

“Jadi saat ini di Pasar Leuwiliang banyak batasan-batasan. Sehingga untuk sekembalinya semua pedagang ke pasar dengan kondisi seperti saat ini, akan menimbulkan kendala. Nah mengenai menyusutnya jumlah pedagang pasca kebakaran Pasar Leuwiliang, sudah saya katakan di awal, dimana hampir semua pedagangnya sedang dalam masa recovery dulu,” ujarnya.

Mulyadi juga mengaku gembira dengan rencana pemerintah kabupaten Bogor akan menaikan status Pasar Leuwiliang menjadi Pasar Induk, mengingat selama ini pasar yang dipimpinnya itu memang melayani seluruh pasar-pasar kecil di Bogor Barat dengan berbagai komoditas yang tersedia. =JEF

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.