Pasokan Terbatas, Percepatan Vaksinasi di Cianjur Terhambat

CIANJUR – Kabupaten Cianjur terancam naik kembali ke level tiga, lantaran capaian vaksinasi COVID-19 yang masih rendah. Namun Pemkab Cianjur berdalih jika hal itu disebabkan pasokan vaksin yang terbatas, sedangkan target sangat tinggi. Berdasarkan data yang dihimpun, capaian vaksinasi di Cianjur baru menyentuh angka 315.968 orang atau 16,48 persen dari target 1,9 juta orang.

Bupati Cianjur Herman Suherman, mengatakan capaian pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan, dimana capaian vaksinasi menjadi indikator penilaian level PPKM.

Menurutnya untuk bisa bertahan di level 2, capaian vaksinasi dosis harus mencapai 50 persen dan 40 persen untuk vaksinasi lansia dari total target. Sedangkan untuk bisa turun ke level 1, capaian vaksinasi dosis pertama harus di angka 70 persen dengan capaian vaksinasi lansia sebesar 60 persen.

“Jika tidak tercapai 50 persen, risikonya kita bisa naik lagi jadi PPKM level 3. Memang di satu sisi kita jadi terkena imbas karena akan ada peningkatan pengetatan lagi nantinya, padahal untuk lanjut kasus kita sudah turun. Tapi di sisi lain memang jadi pemicu untuk mengejar vaksinasi untuk mempercepat herd immunity,” kata Herman, Rabu (15/9/2021).

Herman mengaku kebingungan untuk mengejar target vaksinasi, dengan minimal capaian 50 persen untuk bisa bertahan di level 2. Pasalnya penduduk dan target sangat tinggi, sedangkan supply vaksin dari pusat terbatas.

“Yang jadi masalah soal stok dan target. Makanya jika ingin cepat, distribusi itu disesuaikan dengan kebutuhan dan target daerah. Perbanyak stok vaksin untuk daerah yang targetnya tinggi,” ujarnya.

Namun, lanjut Herman, saat ini Kabupaten Cianjur sudah turun kalau dilihat dari angka kasus. “Meskipun nanti kita kembali ke level 3 ya mau bagaimana lagi, kita lebih fokus ke proses dan penekanan kasus, sambil berusaha mengejar ketertinggalan,” tuturnya.

Sementara, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur Irvan Nur Fauzy, mengatakan saat ini stok vaksin Cianjur hanya sebanyak 40 ribu dosis. Stok tersebut diperkirakan akan habis dalam waktu sepekan. “Stok kita tinggal sedikit, akan habis dalam sepekan atau bahkan dalam 4 hari,” ucap dia.

Irvan mengungkapkan untuk mengejar capaian hingga 50 persen, Cianjur harus mengebut melakukan vaksinasi pada 500 ribu lebih sasaran. Sayangnya distribusi stok vaksin dari pemerintah pusat sangat terbatas, yakni sekitar 10 ribu dosis per minggu.

“Kalau dalam waktu 2 pekan memang sangat sulit. Kita baru di angka 16,48 persen. Kalau dipaksakan menurunkan semua nakes untuk vaksinasi pun sulit, jika stoknya masih terbatas,” tuturnya.

Bahkan, lanjut Irvan jika Cianjur nantinya diberi puluhan ribu stok per hari, akan tetap sulit untuk mengejar target tersebut. “Kalau per hari kita diberi stok vaksin 20 ribu dosis pun dalam dua pekan hanya bisa tercapai 280 ribu orang, masih kurang dari setengah target lagi untuk bisa 50 persen,” pungkasnya. NDI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.