Pasca Viral Oleh Bima Arya, Pj Wali Kota dan Sendi ‘Mendadak’ Peduli Alun-alun

Pj Wali Kota Bogor Hery Antasari didampingi Kasatpol PP Agustian Syach saat meninjau sekitar Alun-alun dan berdialog dengan PKL. IST

BOGOR – Setelah kesemrawutan di Alun-alun Kota Bofor dan sekitarnya dikritik mantan Wali Kota Bogor Bima Arya di unggahan instagram miliknya, belum lama ini.


Pasca kejadian tersebut, entar kebetulan atau tidak. Maka, ada dua pihak yang langsung bergerak dan menjadi peduli atas yang terjadi di video yang diunggah Bima Arya tersebut.


Bakal Calon Wali Kota (Bacawalkot) Bogor, Sendi Fardiansyah misalnya. Sendi melakukan aktivitas yakni bebersih di Alun-alun Kota Bogor, pada Minggu (16/6/2024).


Dalam kesempatan itu, Sendi mengajak warga untuk terlibat pada kegiatan bebersih tersebut.


Kata dia, saat ini Alun-alun Kota Bogor yang dibangun dengan menggunakan anggaran negara itu mulai kurang dirawat.
“Hari ini saya bersama warga kota Bogor, saya melakukan aksi bebersih alun-alun kota Bogor, alhamdulilah antusias warga pagi ini sangat luar biasa, untuk bekerja sama menjaga lingkungan,” ungkap Sendi, kepada wartawan.


Bagi Sendi, Alun-alun Kota Bogor saat ini menjadi tempat yang banyak dikunjungi masyarakat. Apalagi saat akhir pekan. Sehingga, kebersihannya perlu diperhatikan agar lebih nyaman.


Sendi mengajak masyarakat untuk berkomitmen menjaga lingkungan di Kota Bogor.

“Di sini ada petugas kebersihan mengingat petugas tidak banyak, jadi kami bersama warga membantu untuk meringankan pekerjaannya, dengan momentum libur panjang, dengan saling membantu ini kita menciptakan kota Bogor yang lebih bersih lagi,” terangnya.


Kemudian, di hari berikutnya atau Senin (17/6/2024). Pj Wali Kota Bogor Hery Antasari turun dari Masjid Agung Al-Isra setelah melakukan kegiatan, juga meninjau langsung kawasan Alun-alun Kota Bogor.


Hery merespon kritik dari pendahulunya Wali Kota Bogor dua periode Bima Arya Sugiarto untuk menertibkan kawasan Alun-alun dan sekitarnya.


Didampingi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor Agustian Syah Hery berkeliling Alun-alun Kota Bogor. Ternyata ada beberapa fasilitas Alun-alun Kota Bogor yang harus diperbaiki dan perawatan Alun-alun berada dibawah kewenangan Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim) Kota Bogor yang dikomandoi Rr. Juniarti Estiningsih.


Kemudian Hery menyusuri trotoar Alun-alun Kota Bogor yang dipenuhi oleh Pedagang Kaki Lima (PKL). Hery didampingi Agustian Syah, secara humanis mengimbau kepada semua PKL agar tidak berjualan di sepanjang trotoar. Kemudian diimbau kepada para pedagang dan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarang di sekitar Alun-alun Kota Bogor.


Hery mengatakan, PKL harus menaati aturan seperti tidak membuang sampahnya secara sembarangan.


“Temen-temen yang berjualan kaki lima, warga yang sedang berpiknik di Alun-alun Kota Bogor kami imbau untuk membuang sampah pada tempatnya dan sebagainya,” ungkap Hery.


Hery menerangkan, PKL di kawasan ini sebetulnya tidak diperkenankan untuk berjualan.


“Jadi, untuk PKL itu bisa berjualan pada daerah atau titik titik yang sudah diperbolehkan. Sebetulnya untuk yang dilarangkan udah jelas, yang berjualan di trotoar,” terang Hery.


Meski begitu, Hery menegaskan, kawasan Alun-Alun Kota Bogor harus dijaga oleh semua pihak.


“Karena bagaimanapun juga ini uang masyarakat. Jadi lebih baik dipelihara bersama,” tegasnya.


Hery menjelaskan, untuk fasilitas Alun-alun, yang paling diperhatikan adalah bagian toilet yang butuh pemeliharaan.


“Mudah mudahan dalam waktu pendek saya sebagai Pj ada solusi yang dilakukan kalaupun tidak, ya untuk landasan wali kota berikutnya melakukan penataan lebih lanjut ada pemeliharaan. Ya itu hanya fasilitas WC nya harus diperbaiki tutupnya, tapi itu tidak terlalu signifikan,” jelas Hery.


Hery berpendapat, pemeliharaan ini tentu bukan hal yang mudah. “Saya melihat beberapa yang mungkin perlu dipelihara. Karena yang paling sulit itu memelihara apa yang sudah baik dan sudah dibangun, kalau tidak dipelihara jadi jelek,” tandasnya.


Tak hanya PKL, Hery menyebutkan angkutan kota (angkot) menjadi hal krusial di Alun-alun Kota Bogor yang juga harus ditata. Sebab, setiap hari angkot selalu ngetem dan menyebabkan kemacetan terutama di Jalan Dewi Sartika.

“Tadi juga sekilas saya arahkan menambah rambu dilarang berhenti. Kalau nggak ada rambu mereka nggak paham itu,” tegas Hery.=ROY

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.