Pasar TU Kemang Akan Diambil-alih Paksa, Catat ini Waktunya

BOGOR – Hingga saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor belum mengambil alih pasar TU Kemang, yang berada di wilayah Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor. Berdasarkan informasi, dalam waktu dekat pihak Pemkot Bogor akan mengambil alih paksa pasar TU Kemang, setelah memenangkan proses gugatan di PN Bogor dan Jawa Barat.

Hal tersebut dibenarkan oleh Dirut Perumda Pasar Pakuan Jaya, Muzakkir saat ditemui pakuanraya.com. Ia mengatakan, Perumda PPJ masih menunggu pengambil-alihan oleh Pemkot Bogor. “Kita masih menunggu secara paksa diambil alih oleh Pemkot Bogor. Pengambil-alihan itu juga sudah mendapatkan dukungan dari Polresta dan Kejaksaan Negeri Kota Bogor, tinggal menunggu agenda yang diawali dengan expose,” ungkap Muzakkir.

Soal waktu pengambil-alihan, Muzakkir menjelaskan, dilaksanakan sekitar Maret mendatang, karena sudah beberapa kali mediasi, selalu tidak menemui titik terang dan berakhir buntu. Soal kendala pengambil-alihan pasar TU Kemang itu dari sisi hukum di PN Bogor dan Jabar sudah clear selesai dimenangkan, tinggal kasasi di Mahkamah Agung (MA). “Jadi lebih kuat kalau kasasi keluar, tetapi dari hasil banding pengadilan saja sudah bisa di eksekusi sebenarnya,” ujarnya.

Mediasi sudah dilakukan sejak Januari, tetapi tidak ada titik temu, sehingga langkah akhir harus melakukan pengambil-alihan paksa. “Kami masih menunggu rapat lanjutan yang melibatkan semua pihak untuk membahas masalah ini. Jadi tidak ada cara lain untuk ambil paksa,” tandas Muzakkir didampingi Diruma Jenal Abidin dan Dirops Deni Ari Wibowo.

Pihak Perumda PPJ juga memaparkan, bahwa pasar TU Kemang itu memiliki potensi pendapatan yang fantastis, yakni ada di angka Rp80 hingga Rp100 Miliar setiap tahun. Otomatis pendapatan itu akan masuk kedalam pengelolaan Perumda PPJ dan menjadi PAD Kota Bogor. Namun demikian, potensi itu bisa diraih tergantung kelayakan di lokasi, karena apabila kondisinya tidak layak, maka akan mempengaruhi pendapatan, sehingga harus dilakukan dulu perubahan-perubahan.

“Pasar TU Kemang itu harus di revitalisasi karena kondisinya banyak bangunan mengalami kerusakan. Kita sudah menghitung potensi disana, bisa sampai Rp100 Miliar pendapatannya setiap tahun. Untuk itu, kita berharap dalam waktu dekat sudah bisa diambil alih oleh Pemkot, supaya bisa segera kami kelola,” tandasnya. RIF

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.