Pasar Cijeruk Terbengkalai dan Tak Diminati, Begini Kondisinya

Inilah kondisi pasar Cijeruk yang terbengkalai dan tidak diminati. Akses jalan menuju ke pasar juga belum terbangun. Ujang | Pakar

CIJERUK – Bangunan Pasar Baru Cijeruk di kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, yang dibiayai APBN dari Kementerian Perdagangan lebih dari Rp5 miliar tahun anggaran 2023, terlihat Terbengkalai. Bangunan yang baru selesai dibangun tersebut, kurang diminati para pedagang karena akses jalan menuju los dan kios tersebut masih tanah sehingga sulit untuk dilintasi kendaraan. Sejumlah Pedagang mengaku, kios pasar baru tersebut kurang diminati, karena akses jalan dan lahan parkir yang masih tanah serta sulit dilintasi kendaraan.


Direktur Utama PD Pasar Tohaga Kabupaten Bogor, Haris Setiawan membenarkan, jika akses jalan dan lahan parkir yang menjadi hambatan para pedagang sehingga kurang diminati sehingga sampai saat ini bangunan tersebut belum diisi pedagang. “Ya memang kondisinya seperti itu, jangankan roda empat roda dua pun sepertinya sulit, apalagi kondisi jalan yang menikung dan menanjak masih tanah,” kata Haris saat dihubungi Pakar.


Haris mengaku, pihaknya tidak bisa melakukan pembangunan sehingga harus mengajukan kepada Pihak Dinas Perindustrian Dan Perdagangan (Disperindag) untuk pembangunan jalan dan lahan parkir sebagai fasilitas pasar tersebut. “Kalau PD Pasar kan tidak bisa membangun sendiri, makanya kami sudah usulkan kepada Disperindag sarana dan prasarana yang harus dibangun diantaranya Jalan dan lahan parkir. Kalau diusulkan sudah, namun sepertinya tidak tahun ini,” akunya.


Kepala Unit Pasar Cijeruk Ferry menambahkan, saat ini pasar yang baru selesai dibangun tersebut belum bisa beroperasi atau diisi para pedagang, walaupun kata dia tidak kurang dari 30 pedagang sudah mendaftar. “Ya kalau yang daftar lebih kurang ada 30 orang, namun mereka rata rata hambatannya karena jalan dan lahan parkir yang masih tanah,” ujarnya.


Fery berharap, akses jalan menuju pasar baru tersebut bisa segera dibangun, sehingga menjadi daya tarik bagi pedagang yang akan mengisi kios dan los. “Kalau jalannya belum dibangun, mereka juga enggan berjualan. Karena memang sulit aksesnya. Makanya, sampai sekarang kosong belum ada yang mau mengisi semuanya,” jelasnya.


Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagin) Kabupaten Bogor Entis Sutisna saat dikonfirmasi terkait dengan fasilitas pasar baru Cijeruk, hingga berita ini diturunkan belum memberikan respon. Hal yang sama juga dilakukan oleh Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disdagin Dedi Hernadi Saat dikonfirmasi Pakar melalui telepon selularnya hingga kini tidak memberikan respon.


Sementara Sonson Prolap Disdagin Kabupaten Bogor saat dikonfirmasi menjelaskan, pihaknya sudah mengusulkan dalam APBD Kabupaten Bogor tahun anggaran 2024, karena lanjut dia, melihat waktunya bangunan tersebut tidak akan terkejar. “Ya memang kami sudah mengusulkan untuk akses jalan dan lahan parkir Ya, namun dalam anggaran perubahan tidak bisa melainkan sudah masuk usulan APBD 2024,” jelasnya.


Hasil Pantauan Pakar dilokasi pasar baru Cijeruk tersebut, terlihat menjadi bangunan kosong yang mulai ditumbuhi rumput liar dan terbengkalai, bahkan akses jalan dan lahan parkir juga mulai dipenuhi rumput. Sehingga terlihat kumuh dan seolah dibiarkan. UJG
 
 
 
 
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.