Parlemen Remaja, Ajang Edukasi Politik Bagi Pelajar

Kepala Biro Protokol dan Humas Setjen DPR RI, Suratna.(dpr)

JAKARTA – Kepala Biro Protokol dan Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI Suratna mengatakan, generasi muda pada era ini memiliki tingkat keingintahuan yang tinggi mengenai sistem perpolitikan tanah air. Untuk itulah Setjen DPR RI melalui program Parlemen Remaja hadir dan mengedukasi para pelajar SMA se-derajat terkait dinamika politik tanah air.

“Dengan mengikuti kegiatan ini, para peserta Parlemen Remaja akan merasakan bagaimana menjadi Anggota DPR RI dengan berbagai dinamika pengambilan keputusannya, yang harapannya peserta akan teredukasi mengenai mekanisme perpolitikan di Indonesia,” ungkap Suratna di Gedung DPR RI, Selasa (2/8/2022).

Sebagaimana diketahui, Parlemen Remaja 2022 mengusung tema “Generasi Sadar Privasi, Dataku Tanggung Jawabku”. Proses pendaftaran peserta dimulai pada tanggal 19 Juli-19 Agustus 2022 di website https://parlemenremaja.dpr.go.id/. Kemudian panitia akan melakukan seleksi pada 20-29 agustus 2022 dan hasilnya akan diumumkan pada 30 Agustus 2022. Adapun puncak kegiatan akan diilaksanakan pada 10-14 Oktober 2022.

Dalam sebuah podcast yang ditayangkan di kanal Youtube TVR Parlemen, Kabag Humas dan Pengelolaan Museum Minarni mengungkapkan, Parlemen Remaja merupakan ajang bagi Setjen DPR untuk mengedukasi generasi muda tentang prinsip-prinsip dasar demokrasi.

“Kegiatan ini mengundang siswa-siswi seluruh Indonesia (SMA se-derajat) untuk hadir di Jakarta (DPR) selama lima hari untuk mendapatkan informasi dan edukasi  terkait prinsip-prinsip dasar berdemokrasi dan keparlemenan,” ujar Minarni.

Para Anggota Parlemen Remaja yang dinyatakan lulus seleksi akan dibekali pengalaman yang dikemas secara menarik tentang perpolitikan. Minarni menyampaikan, Anggota Parlemen Remaja nantinya akan diberi kesempatan selama lima hari untuk berperan sebagai Anggota DPR.

“Mereka juga akan kita anggap sebagai anggota parlemen remaja yang terhormat. Selama lima hari mereka mensimulasikan sebagai Anggota DPR dalam menjalankan tugas-tugasnya. Mereka juga akan diberi pengalamam terkait mekanisme pembahasan Rancangan Undang-Undang, termasuk mensimulasikan rapat kerja dan rapat paripurna,” terang Minarni.

Tak sampai di situ, layaknya Anggota DPR, peserta Parlemen Remaja juga akan menjalankan fungsi pengawasan diantaranya dengan melakukan kunjungan kerja ke beberapa tempat.

“Yang terpenting adalah, bagaimana mereka mendapat edukasi mengambil keputusan dalam sebuah rapat. Sebagaimana kita ketahui, mengambil keputusan di DPR bukanlah perkara mudah, karena ada pendapat-pendapat Anggota DPR lainnya yang mewakili rakyat yang harus dihargai. Pendapat-pendapat tersebut tak jarang bertolak belakang dengan keputusan yang akan diambil. Itu juga harus dihargai,” tuturnya.

Ia berharap, dari gelaran Parlemen Remaja ini, para peserta kelaknya menjadi duta parlemen yang menyosialisasikan seputar keparlemenan dalam kehidupan sehari-hari. “Dengan harapan masyarakat mengerti dan memahami apa yang dikerjakan oleh wakil rakyat di Senayan,” pungkasnya. =MHD

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.