Parkir di Tempat Ibadah Harusnya Gratis

Anggota DPD RI, Dailami Firdaus.(dpd)

JAKARTA – Viralnya sebuah video beredar di media sosial yang memperlihatkan seorang pengemudi bus diminta membayar parkir seharga Rp150 ribu oleh tiga orang yang diduga juru parkir di area depan Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, mendapat tanggapan Anggota DPD RI Dailami Firdaus.

“Seharusnya parkir di kawasan rumah-rumah ibadah digratiskan,” kata Dailami dalam keterangannya, Senin (13/5/2024).

Sebagai solusi, Dailami meminta agar pengurus masjid atau tempat ibadah lainnya dapat merekrut mustahik, seperti anak yatim piatu atau duafa untuk menjadi juru parkir.

“Mekanismenya mereka diberikan honor resmi dari pengurus tempat ibadah. Jadi sekaligus kita bisa memberikan pekerjaan dan penghasilan untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup,” kata senator asal DKI Jakarta ini.

Dailami menjelaskan, uang honor atau gaji yang diberikan bisa melalui alokasi uang infak atau sumbangan yang diberikan jemaah.

“Jangan sampai tempat ibadah ini menjadi tempat bisnis. Tempat ibadah harus memfasilitasi betul mereka yang ingin beribadah, jangan membebani,” kata Dailami.

Tidak kalah penting, menurutnya, juru parkir di tempat ibadah wajib menggunakan atribut resmi.

“Bisa diberikan baju atau rompi atau identitas lainnya yang menandakan mereka adalah petugas parkir resmi,” kata Dailami.

Dailami menambahkan, fasilitas atau sarana dan prasarana untuk memastikan kendaraan yang diparkir juga harus menjadi perhatian.

“Bisa diterapkan sistem gate dan adanya karcis parkir hingga penitipan helm untuk pengendara roda dua secara resmi,” pungkas Dailami. =MHD

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.