Parkir di Puncak Bebas Dari Preman, Lahannya Dikelola Warga Lokal

Salah satu tempat keramaian di Puncak yang parkirannya dikelola warga. Yusman | Pakar

CISARUA – Pernyataan Kapolres Bogor AKBP Harun, fakta bahwa sektor parkir di beberapa wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang menghasilkan uang miliaran rupiah dikelola oleh preman tidak terjadi di kawasan wisata Puncak.

Sebab, di jalan raya Puncak seperti di Kayo mpung Saung Seng, Gunung Mas, Masjid Ata’awun dan tempat keramaian lain baik di Desa Tugu Selatan maupun Tugu Utara, Kecamatan Cisarua parkir dikelola warga lokal yang sebelumnya tidak punya penghasilan.

Ketua Forum Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kecamatan Cisarua, M. Teguh Mulyana mengatakan, pengelolaan parkir di sejumlah titik keramaian di jalur Puncak rata-rata dikelola warga sekitar.

“Mereka warga di sini semua yang parkir di titik-titik keramaian, di sini tidak ada preman, semua warga asli Tugu Selatan,” ujar Teguh kepada wartawan, Senin (1/11/2021).

Lanjut dia, para juru parkir di jalur Puncak biasanya dikelola warga sekitar yang ada di titik keramaian tersebut seperti di Kampung Saung Seng.

“Yang parkir warga Pondok 10 yang tak jauh dari lokasi, sementara di Gunung Mas juga dan Masjid Ata’awun khususnya yang dipinggir jalan itu dikelola warga,” jelasnya.

Jadi, sambungnya, ia bisa memastikan pengelolaan parkir di jalur Puncak tidak ada keterlibatan preman.

“Seperti yang di pasar Cisarua juga itu warga lokal, mungkin karena berpakaiannya saja yang terlihat seperti preman, dan akhirnya masyarakat menyebut preman, tapi saya pastikan itu warga lokal,” ungkapnya. =YUS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.