Pakis Hills Terancam Ditutup, DPKPP Limpahkan Surat ke Satpol PP Untuk Pembongkaran

Saat Muspika Cisarua meninjau patung Dewi Kencana yang menjadi polemik dimasyarakat. (Ist)

CIBINONG – Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) bakal melayangkan surat limpahan ke Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor setelah wisata Pakis Hills Puncak yang terindikasi tidak memiliki izin.

“Patung itu memang betul tidak ada dalam site plan, artinya sudah kita tegur dan patung itu bisa dibongkar. Sedangkan untuk wisata Pakis Hills ini harus memenuhi perizinan yang sesuai mulu dari lahan, amdal, lalin (lalu lintas) dan bangunannya. Jika tidak mak (Pakis Hills) harus ditutup,” kata Kepala DPKPP Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, pada Senin 6 Mei 2024.

Lanjut ia mengatakan meskipun begitu pihak pengembang Pakis Hills tersebut telah mengajukan perlengkapan legalitas perizinan, namun ada 6 (enam) surat dokumen mengalami kekurangan.

“Wisata itu sudah masuk tapi masih kurang 6 surat dokumen. Sedangkan dari UPT Penataan Wilayah II Ciawi sudah melayangkan surat teguran ke pihak pengembang, dan sisanya kita menunggu surat laporan dari UPT, jika sudah terima, maka akan kita tindak lanjuti secepatnya dibulan ini untuk melimpahkan ke Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor,” ungkapnya.

Dirinya menjelaskan bahwa Pakis Hills perlu melengkapi beberapa mekanisme perizinan seperti tata ruang, site-plan, oss, hingga kajian lingkungan.

“Tentunya DPKPP harus membuat izin bangunannya, kalau daerah daerah yang rawan seperti puncak itu kita harus
memberikan edukasi ramah lingkungan atau larangan agar tidak merusak lingkungan. Tetapi karena UPT sudah melayangkan surat teguran maka kita tunggu minggu ini dan kita akan limpahkan ke Satpol PP,” imbuhnya. AGE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.