Pakai Data 21 Nasabah, Mantri BRI Unit Megamendung Ajukan Kredit Fiktif Hingga Rp2 Miliar

Konferensi pers pengungkapan Mantri BRI dalam dugaan kasus kredit fiktif oleh Kejari Kabupaten Bogor. (Khaerul Umam | Pakar)

CIBINONG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor, mengungkap kasus kredit fiktif yang dilakukan oleh Marketing Analisis dan Mikro (Mantri) Bank BRI Unit Megamendung dan stafnya.

Kepala Kejari Kabupaten Bogor, Agustian Sunaryo mengatakan, kasus tersebut
bermula dari adanya temuan rekening salah satu nasabah yang gagal bayar atas kredit yang diajukan.

Padahal, kata dia, nasabah tersebut telah melunasi kreditnya kepada Bank BRI.

“Setelah dilakukan pengecekan ke rekening nasabah tersebut, ditemukan fakta bahwa ada pembuatan kredit baru tanpa sepegetahuan dari nasabah yang bersangkutan,” kata Kepala Kejari Kabupaten Bogor Agustian Sunaryo di kantornya, Kamis (4/8/2022).

Berbekal dari laporan nasabah tersebut, Bank BRI melakukan investigasi internal dan hasilnya ternyata ditemukan fakta bahwa ada pembukaan rekening yang tidak sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan oleh Bank BRI.

“Jadi pembukaan rekening itu tanpa sepegetahuan nasabah dan tidak melalui proses verifikasi pembukaan rekening semana mestinya. Kemudian tanpa rekening tabungan juga tidak diserahkan kepada nasabahnya,” paparnya.

Lebih lanjut Agus menjelaskan, dalam aksinya Mantri BRI ini dibantu oleh salah satu staf Bank BRI lainnya. Dari kerjasama itu, terungkap jika pelaku sudah melakukan aksinya dari tahun 2021 dengan jumlah korban nasabah 21 orang dan kerugian Rp2,2 miliar.

“Mantri Bank BRI ini mempunyai kewenangan melakukan analisis data-data calon nasabah. Modusnya tersangka ini menggunakan data-data nasabah yang lama untuk mengajukan kredif fiktif,” kata dia.

Atas kasus tersebut, berdasarkan surat perintah penyidikan dengan 03/M.2.18/Fd.2/08/2022, Kejari telah meningkatkan status penanganan tindak pidana korupsi dengan modus penyaluran kredit fiktif di bank BRI unit Megamendung Cipayung jadi tahap penyidikan.

Hal tersebut dilakukan usai gelar perkara yang dilakukan oleh penyidik bidang pidana khusus (pidsus) Kejari Kabupaten Bogor.

Kedua oknum pegawai Bank BRI ini disangka melanggar Primair Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 dan Subsidiair Pasal 3 jo Pasal 18 UU No. 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke (1) KUHP.

“Kita minta pihak BRI untuk andil bagian karena ini terkait keuangan dan tetap mendukung tim penyidik dan tidak berlama-lama memberikan dokumen yang diperlukan untuk tahap penyidikan,” ungkap Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Bogor Dody Wiraatmaja. =MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.