Pajak BPHTB di Cianjur Tak Capai Target, Ini Penyebabnya

Kantor Bapenda Kabupaten Cianjur. Esya | Pakar

CIANJUR – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Cianjur mencacat, jumlah wajib pajak bertambah sebanyak 23 ribu pada tahun ini. Kebanyakan jumlah penambahan tersebut, dari sektor pajak bumi dan bangunan (PBB). Namun, dari 11 sektor pajak daerah, yang tidak tercapai target di tahun 2022 itu yakni BPHTB. Dari target Rp73.850.740.925, realisasinya hanya sebesar Rp62.733.215.725 atau 84,95%.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Cianjur, melalui Kepala Bidang Pendataan dan Penetapan Bapenda Kabupaten Cianjur, Ardian Athoillah, mengaku jika penambahan sekitar 23 ribu wajib pajak tersebut, merupakan hasil dari penyisiran Bapenda yang bekerja sama dengan desa maupun ada yang mendaftarkan langsung.


“Wajib pajak (WP) biasanya dilakukan secara kolektif melalui desa. Namun, ada yang aktif, ada juga yang pasif. Kalau yang aktif mendaftarkan langsung ke kita. Penambahan sekitar 23 ribu objek atau wajib pajak tahun ini paling besar dari PBB,” kata Ardian, kepada wartawan Senin (23/1/2023).


Ardian mengatakan wajib pajak dari sektor pajak hiburan, hotel, maupun restoran atau rumah makan. Dari pajak hiburan misalnya, kata Ardian, potensi penerimaan pajaknya relatif cukup besar dan dipastikan rutin dibayarkan. “Salah satunya memang ada rencana pembukaan bioskop. Kemungkinan potensinya cukup besar dan rutin. Opening-nya direncanakan Maret tahun ini. Dari hotel juga cukup besar karena ada yang baru beroperasi di daerah Ciloto, Cipanas,” ujarnya.


Namun, lanjut Ardian, dirinya belum bisa memproyeksikan besaran penerimaan pajak daerah dari penambahan sekitar 23 ribu objek atau wajib pajak baru. Penambahan wajib pajak diharapkan bisa meningkatkan penerimaan pajak daerah di Kabupaten Cianjur. “Kita belum bisa mengkalkulasikan soal itu, karena belum ditetapkan. Jadi belum bisa memprediksi kenaikannya,” tegasnya.

Setiap tahun, lanjut Ardian, jumlah wajib pajak trennya cenderung meningkat. Kondisi itu linear dengan meningkatnya kesadaran masyarakat membayar pajak, terlebih SPPT biasanya jadi syarat administrasi pengurusan permohonan di perbankan maupun saat pengurusan sertifikat tanah.”Tiap tahun itu terdapat penambahan wajib pajak baru karena memang kesadaran masyarakat juga mulai meningkat,” bebernya.

Sebenarnya, kata Ardian, dengan penambahan sebanyak 23 ribu objek atau wajib pajak, maka tahun ini Bapenda telah menerbitkan sebanyak lebih kurang 1.650.000 Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT). Saat ini SPPT sedang dalam proses pencetakan massal. “Mulai akhir bulan ini sebagian kemungkinan sudah mulai didistribusikan secara bertahap. Targetnya pertengahan Februari sudah selesai semua (distribusi) hingga ke desa-desa. Pencetakan massal kami lakukan sejak awal Januari,” paparnya.


Menurutnya, berdasarkan dari data Bapenda Kabupaten Cianjur, realisasi penerimaan pajak daerah selama 2022 tercapai sebesar Rp236.209.079.871. Penerimaan mencapai 99,56% dari target yang ditetapkan pada 2022 sebesar Rp237.248.060.043.


“Dari 11 sektor pajak daerah, yang tidak tercapai target itu BPHTB. Dari target Rp73.850.740.925, realisasinya sebesar Rp62.733.215.725 atau 84,95%. Ini sebetulnya karena pada 2022 di Cianjur terjadi musibah gempa menjelang akhir tahun yang cukup berpengaruh besar terhadap penerimaan BPHTB,” pungkasnya. SYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.