Otak Pelaku Ormas Ancam Petugas Puskesmas Leuwisadeng Ditangkap Polisi

Hari atau HM, otak Ormas yang melakukan ancaman terhadap petugas Puskesmas tertunduk setelah ditangkap Polisi (Khaerul Umam | Pakar)

CIBINONG – Otak pelaku yang mengancam petugas Puskesmas Leuwisadeng, Kabupaten Bogor dengan membawa sebilah golok, ditangkap Polisi.

Dia adalah Hari alias HM, seorang Ketua RW yang juga merupakan salah satu anggota organisasi masyarakat atau Ormas.

Kapolres Bogor, AKBP Rio Wahyu Anggoro mengungkapkan, Hari ditangkap setelah video ancamannya bersama dengan sejumlah rekannya viral di media sosial.

Berangkat dari ramainya video tersebut, pihaknya langsung melakukan penyelidikan hingga berhasil menangkap Hari.

“Kita tangkap HM (Hari), orang yang melakukan pengancaman dengan golok ke salah satu dokter di puskesmas tersebut,” tegas Rio di Mako Polres Bogor, Senin (29/4/2024).

Rio mengaku masih terus melakukan pendalaman terhadap kasus pengancaman tersebut. Terlebih, dalam video yang beredar ada sekitar enam orang yang merangsek masuk ke dalam Puskesmas Leuwisadeng saat itu.

Rio mengaku sudah melakukan pemeriksaan kepada sejumlah orang yang terlibat. Sehingga pengembangan kasus itu masih terus dilakukan.

“Ini jadi atensi khusus dari pimpinan agar terungkap sampai akar-akarnya.
Saya akan mengungkap siapa peran ada dan ada dimana saat itu. Sementara baru HM yang kami tangkap,” jelasnya.

Rio menegaskan bahwa pihaknya tidak memberikan sedikit pun ruang kepada aksi premanisme di wilayah hukum Polres Bogor. Terlebih itu dilakukan oleh Ormas yang notebenenya adalah pelayan masyarakat.

Karena hal itu, dia mengingatkan kepada seluruh Ormas di Kabupaten Bogor untuk menjaga ketertiban dan kedamaian di lingkungan masyarakat.

Apalagi, kata dia, melakukan aksi premanisme, mengancam petugas pelayanan kesehatan yang merupakan orang atau tempat yang dibutuhkan masyarakat.

“Puskesmas adalah tempat pelayanan kesehatan. Ini tempat untuk orang sakit dan tempat yang sangat kita butuhkan. Saya minta seluruh ormas untuk menjaga kedamaian Kabupaten Bogor bukan datang untuk menakuti,” kata Rio.

Karena perbuatannya itu, pelaku pun terancam Pasal 335 ayat 1 dan UUD Darurat 12 tahun 51 dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara.

Diketahui, sebuah video segerombolan oknum anggota Ormas melakukan ancaman terhadap petugas Puskesmas Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, viral di media sosial.

Dalam video berdurasi 31 detik tersebut, para oknum anggota Ormas terlihat menggeruduk Puskesmas Leuwisadeng setelah salah satu di antara mereka merasa tak mendapatkan perawatan dari puskesmas. Kejadian itu diketahui terjadi pada Kamis 25 April 2024.

Dalam kekesalannya, oknum tersebut melontarkan kata-kata kasar dan ancaman. Bahkan beberapa dari mereka terlihat membawa senjata tajam jenis golok yang sudah dipersiapkan sebelumnya.

“Aing hayang cageur didieu m*nyet sia lain dijedogken didieu (Saya ingin sembuh di sini, bukan dibiarkan). Dibeulah sia ku aing (Dibelah kamu sama saya),” kata salah satu anggota Ormas dengan nada tegas.

Menyikapi insiden tersebut, Kepala Puskesmas Leuwisadeng, Farida Indriawati, menjelaskan bahwa kejadian itu berawal dari pelayanan rutin kepada pasien sesuai prosedur yang berlaku.

“Pagi itu, pasien datang dan menjalani pemeriksaan oleh petugas sesuai SOP yang telah ditetapkan,” ungkap Farida.

Namun, setelah pemeriksaan, pasien meninggalkan puskesmas sebelum hasil laboratorium keluar.

Beberapa saat kemudian, pasien kembali ke puskesmas dengan beberapa temannya dari salah satu Ormas, sambil membawa senjata tajam jenis golok di pinggangnya.

“Setelah diperiksa, pasien diminta menunggu hasil lab. Namun, dia tidak bersedia menunggu dan meninggalkan puskesmas. Kemudian, kembali dengan Ormas dan mengancam,” tambahnya.

Insiden ini memicu kekacauan di area puskesmas, dan pihak terkait sedang berkoordinasi untuk menentukan langkah selanjutnya mengingat perilaku tersebut dapat dianggap sebagai tindakan kriminal yang serius.

“Kami sedang berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menentukan langkah selanjutnya. Situasinya cukup serius dan memerlukan penanganan yang tepat,” jelas Farida. =MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.