Orang Tua Siswa Bingung Cara Daftar, Siapkah PPDB Online di Kabupaten Bogor?

Antrean orang tua calon peserta didik di SMP Negeri 2 Citeureup Kabupaten Bogor yang kesulitan mendaftarkan anaknya jalur PPDB online. (Age | Pakar)

CITEUREUP – Ratusan orang tua calon peserta didik kebingungan saat melakukan pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem online hari pertama, di SMPN 2 Citeureup, Kabupaten Bogor, Senin (4/7/2022).

“Dari 293 yang mendaftar, hampir 90 persennya mereka (orang tua-red) masih kebingungan mendaftar secara online pada PPDB hari pertama ini,” kata ketua panitia SMAN 2 Citeureup, Marpudin, kepada PAKAR.

Menurutnya, minimnya penguasaan teknologi menjadi kendala yang dialami para orang tua siswa tersebut. Bahkan beberapa diantaranya juga tak memiliki smartphone atau fasilitas untuk mendaftar.

“Orang tua dari calon peserta didik di sini masih sangat awam sekali mengenai teknologi bahkan masih banyak orang tua murid tidak memiliki handphone. Jadi solusi bagi mereka kita siapkan ruangan untuk membantu calon peserta didik melakukan pendaftaran PPDB sistem online ini,” terang Marpudin.

Marpudin menuturkan pihaknya menerima 360 kouta untuk calon peserta didik melalui pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

“Kita mendapat kouta dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor hanya 360 bangku saja atau 10 rombongan belajar (rombel). Sedangkan yang sudah mendaftar dihari pertama saja sudah 293 pendaftar tetapi yang sudah terverifikasi hanya 43 calon peserta didik,” paparnya.

Senada, Humas SMPN 2 Citeureup, Yoko mengungkapkan jika pihaknya menerima beberapa jalur pendaftaran PPDB yang dimulai 4 sampai 8 Juli 2022 yang sudah diatur oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor.

“Pendaftaran PPDB kita buka jalur zonasi minimal 50 persen, jalur afirmasi minimal 15 persen, jalur perpindahan tugas maksimal 5 persen, dan jalur prestasi,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor, Juanda Dimansyah mengatakan, penerimaan peserta didik baru tidak ada yang berubah. Bahkan kriteria pada PPDB tahun ini pun sama seperti sebelumnya. Yakni jalur zonasi, afirmasi, prestasi dan domisili.

“Untuk jalur zonasi dijenjang SD paling sedikit 70 persen dari daya tampung sekolah. Dan jenjang SMP paling sedikit 50 persen dari daya tampung sekolahnya,” kata Juanda.

Sedangkan untuk Jalur Afirmasi, Juanda menyebutkan jika tiap satuan pendidikan paling sedikit menerima 15 persen dari daya tampung sekolah. Sementara intuk perpindahan orang tua wali paling banyak 5 persen dari daya tampung sekolah. Sisanya untuk jalur pestasi diambil dari sisa kuota jika masih ada, dengan tetap memperhatikan siswa yang berprestasi.

“Untuk mempermudah masyarakat, PPDB dilakukan secara online. Tapi jika ada orang tua siswa yang kesulitan untuk mengupload berkas-berkas yang dibutuhkan diperkenankan datang ke sekolah yang dituju dan nantinya akan dibantu oleh petugas,” paparnya.

Juanda juga menjelaskan, untuk kuota dari masing-masing sekolah pun berbeda tergantung daya tampung sekolah. Seperti pada jenjang SMP setiap sekolah maksimal memiliki 11 rombongan belajar (Rombel).

“Untuk kuota keseluruhannya belum tau kita, tergangung rombel dari setiap masing-masing sekolah. Karena daya tampung disetiap sekolah pun berbeda,” kata dia. =AGE/MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.