Nasib Tenaga Honorer di Cianjur yang Tak Terakomodir Pempus Belum Jelas

Kantor BKPSDM Kabupaten Cianjur. Esya | Pakar

CIANJUR— Penantian tenaga honorer Cianjur yang tidak terakomodir oleh Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi (Kemenpan RB) Pusat menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) hingga kini nasibnya belum jelas. Pasalnya, Pemerintah Pusat (Pempus) bakal menutup pengangkatan PPPK di tahun 2024.


Informasi yang berhasil dihimpun, meskipun pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur saat ini telah mengajukan pengangkatan PPPK sebanyak 3.886. Dari tiga formasi diantaranya Tenaga Guru sebanyak 3.066, Tenaga Kesehatan 500 dan Tenaga Teknis 300.


Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Cianjur, melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengadaan Pemberhentian dan Informasi Kepegawaian (PPIK) BKPSDM Cianjur Andi Juandi mengatakan, pengajuan PPPK yang saat ini diajukan ke Pemerintah Pusat merupakan tahap terakhir.


“Untuk ajuan pengangkatan PPPK sudah selesai yang pendataan di tahun 2022. Itu sesuai dengan surat dari BKN,” kata Andi, Senin, (13/05/2024).


Mengenai, nasib dari para honorer yang tak terakomodir hingga kini pihaknya belum mengetahuinya. Kewenangan dan kebijakan tersebut ada di Pemerintah Pusat (Pempus). “Kalau untuk tenaga honorer yang tidak terakomodir kami belum mengetahuinya,” ungkapnya.


Sementara itu, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Pendidik (Kabid-GTK) Disdikpora Kabupaten Cianjur, Wawan Sutiawan mengaku jika pihaknya telah melakukan pengajuan kembali pengangkatan PPPK tenaga guru honorer di tahun 2024. “Memang betul, informasinya terakhir ada pengangkatan. Kami mengajukan untuk guru sebanyak 3.066, sedangkan untuk sisanya guru honorer belum tahu,” pungkasnya. BNM/NDI/SYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.