Narkoba dan Upal Dimusnahkan Kejari, ini Pesan Bupati Cianjur

CIANJUR – Kejaksaan Negeri (Kejari) Cianjur memusnahkan barang bukti kejahatan periode Januari hingga Oktober 2020. Sejumlah barang bukti itu diantaranya, uang palsu (Upal) , narkoba, dan sajam. Pemusnahan dilakukan di halaman kantor Kejari, Rabu (24/2/2021), dan disaksikan langsung unsur Forkopimda Cianjur.

Berdasarkan data Kejari Cianjur, seluruh barang bukti yang dimusnahkan merupakan perkara pidana umum dan perkara cukai atau pidana khusus yang jumlahnya mencapai 150 kasus. Perkaranya terdiri dari 24 perkara narkotika jenis ganja dengan barang bukti sebanyak 6.913,19 gram, 80 perkara narkotika jenis sabu-sabu sebanyak 508,43 gram. Selanjutnya obat-obatan terlarang sebanyak 6 perkara, uang palsu 3 perkara, 1 perkara pidana khusus cukai rokok, dan kepemilikan senjata tajam sebanyak 36 perkara.

Kepala Kejakasaan Negeri Cianjur, Komaidi menyampaikan bahwa pemusnahan barang bukti ini sudah melalui beberapa proses, “Proses bermula dari tahap penyidikan dari kepolisian, kemudian diserahkan kepada kejaksaan dalam tahap penuntutan. Selanjutnya dilimpahkan ke pengadilan untuk menjalani proses persidangan,” tegasnya.

Ia menjelaskan, setelah vonis maka kejaksaan melakukan eksekusi terhadap proses putusan Pengadilan. Terhadap barang buktinya dapat dikembalikan kepada korban atau terdakwa atau orang yang berhak, dirampas untuk negara atau dirampas untuk dimusnahkan. “Barang bukti dimusnahkan dengan cara dibakar tersebut merupakan hasil dari 150 (Seratus lima puluh) perkara pidana umum dan 1 (Satu) perkara pidana Cukai mulai dari bulan Januari – Oktober 2020,” bebernya.

Sementara, Plt. Bupati Cianjur H. Herman Suherman mengapresiasi kinerja pihak aparat berwenang baik kepolisian maupun Kejari Cianjur dalam mengungkap kasus-kasus seperti Narkoba dan lainnya. Ia mengharapkan masyarakat terhindar dari perbuatan melanggar hukum, misalnya penyalahgunaan Narkoba. Oleh sebab itu perlu meningkatkan upaya pencegahan agar masyarakat terutama generasi muda tidak terbawa arus perbuatan negatif.

“Saya mengharapkan masyarakat terhindar dari perbuatan melanggar hukum, hati-hati dan hindari narkotika dan obat terlarang karena dapat merusak generasi kita yang akan datang,” ucapnya.

Menurutnya, segala bentuk pelanggaran hukum membawa dampak buruk serta merugikan diri sendiri maupun masyarakat. Oleh sebab itu perlu dicegah dengan berbagai cara sehingga segala bentuk tindak kejahatan bisa dihindari. “Jaga keluarganya jaga anaknya jangan sampai terjerumus kepada hal-hal yang negatif, kita ingin Cianjur kedepan lebih baik, kita ingin generasi muda kedepan lebih hebat,” tambahnya. SYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.