Muncul Kelompok Sunda Nusantara, Damas: Ini Memalukan!

Anggota Damas angkatan Kujang Halimun, Yulia Nasari. IST

CIBINONG – Daya Mahasiswa Sunda (Damas) Cabang Bogor, mengecam keras kelompok yang mencetuskan Sunda Nusantara. Damas menilai hal tersebut meresahkan masyarakat Indonesia terkhusus suku Sunda.

Respon tersebut disampaikan Damas menyikapi munculnya kelompok yang mengatasnamakan Sunda Nusantara yang terungkap saat petugas Patroli Jalan Raya dari Ditlantas Polda Metro Jaya menghentikan sebuah mobil Mitsubishi Pajero di Jalan Tol Dalam Kota di kawasan Cawang, Rabu kemarin.

Anggota Damas angkatan Kujang Halimun, Yulia Nasari menilai, perbuatan tersebut merupakan salah satu bentuk krisis indentitas orang Sunda yang membuat suku Sunda selalu menjadi sasaran empuk bagi oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Ini miris, krisis identitas budaya sunda akhir-akhir ini sering terjadi, saya mengecam dan memohon kepada jajaran pihak berwajib untuk segera menuntaskan Sunda Nusantara,” cetus Yulia Kamis (6/5/2021).

Menurutnya, kelompok Sunda Nusantara telah membuat budaya Sunda kembali menjadi olok-olokan dan bahan dalam pembuatan kerajaan yang ngawur, dan itu merupakan bentuk aliran sesat terhadap budaya yang memiliki unsur pembodohan dan pembohongan publik.

“Ketidakjelasan ini yang berakibat pada krisis identitas budaya sunda nantinya. Disamping itu, ini dapat mengganggu ketentraman masyarakat, karena dianggap sudah mencederai nilai luhur warga sunda,” tegas Yulia.

Selain itu, dia juga meminta kepada masyarakat atau suku Sunda untuk tetap menggunakan nalar yang sehat dalam menghadapi hal-hal yang tak masuk akal seperti saat ini.

“Saya harap Seluruh masyarakat sunda harus siap menjadi garda terdepan untuk memberantas kemunculan kerajaan Sunda yang ngawur dan tidak sesuai dengan tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara yang ada pada saat ini,” jelasnya.

Oleh karenanya, pihaknya meminta kepada pemerintah pusat maupun daerah untuk kembali membumikan nilai-nilai kebudayaan yang tidak melenceng dengan tatanan kenegaraan.

“Kemunculan kerajaan-kerajaan Sunda tergabung didalam itu merupakan orang yang tak paham kebudayaan, untuk itu pemerintah harus lebih membumikan kembali nilai-nilai budaya, sehingga menambah literasi masyarakat terhadap budaya sunda agar masyarakat pun tidak salah kaprah dan ikut-ikutan terpengaruh,” tandas Yulia.

Diketahui sebelumnya, beredar video orang yang mengatasnamakan Sunda Nusantara. Kehebohan ini bermula saat Petugas Patroli Jalan Raya dari Ditlantas Polda Metro Jaya menghentikan sebuah mobil Mitsubishi Pajero di Jalan Tol Dalam Kota di kawasan Cawang, Rabu kemarin.

Kendaraan tersebut diberhentikan salah satunya karena tidak menggunakan plat nomor polisi yang sah, melainkan memakai plat berlatar biru dengan nomor SN-45-RSD.

Pemilik mobil yang diketahui bernama Rusdi Karepesina saat penilangan, dia menunjukkan SIM dan STNK yang dikeluarkan Kekaisaran Sunda Nusantara.

Dia merasa tak bersalah dan surat-surat tersebut dianggap sah, hingga sempat beradu argumen dengan petugas. =MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.