MUI Desa Hambalang Jamin BPJS Guru Ngaji Hingga Puluhan Juta

Foto bersama MUI Desa Hambalang pada program jaminan sosial ketenagakerjaan untuk guru ngaji. IST

CITEUREUP – Sebuah program inovatif dicanangkan oleh MUI Desa Hambalang, Kecamatan Citereup Kabupaten Bogor untuk para guru ngaji.

Bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJSTK), guru ngaji di wilayah tersebut dimasukkan ke dalam Jaminan Sosial Tenaga Kerja kategori Penerima Upah (PU).

Ketua MUI Desa Hambalang, KH Basit mengatakan, program ini telah memberikan manfaat yang cukup besar bagi para guru ngaji di wilayah setempat.

Contoh, ketika mereka kecelakaan saat bertugas mengajar, atau meninggal dunia, maka ahli warisnya dapat mengklaim jaminan kematian almarhum senilai Rp42 juta bahkan bisa dimanfaatkan untuk jaminan hari tua dan beasiswa pendidikan untuk anak-anaknya.

“Saat ini MUI Desa Hambalang mampu memberikan perlindungan BPJSTK bagi 196 orang, terdiri dari para guru ngaji, pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dan pengurus Majlis Ta’lim,” ungkap Basit, Kamis (20/7/2023).

Lebih lanjut dia mengatakan, ada dua kategori dalam program BPJSTK ini. Pertama untuk Penerima Upah (PU) seperti Guru Ngaji, para pengurus DKM dan pengurus Majlis Ta’lim dengan iuran hanya Rp10.800 dan tidak ada batasan usia.

Lalu kedua, kata dia, kategori Bukan Penerima Upah (BPU) termasuk diantaranya keluarga mereka jika ingin didaftarkan sebagai peserta BPJSTK dengan iuran 16.800 rupiah dengan batasan usia.

Menurut Basi, peserta BPJSTK kategori PU ini dibayarkan atau dicover oleh MUI Desa Hambalang yang sumber anggarannya dari Dana Desa (DD) atau APBDes.

“Ada tiga jenis jaminan yang dicover, yaitu jaminan kecelakaan, jaminan hari tua, dan jaminan kematian yang nominalnya mencapai 42 juta rupiah per orang. Sementara kategori BPU iurannya harus membayar sendiri. Bahkan, apabila kepesertaan BPJST ini sudah berjalan tiga tahun berturut-turut tanpa ada tunggakan, maka bisa dimanfaatkan untuk beasiswa pendidikan anak-anaknyaz” jelas Basit.

Adapun persyaratannya, mereka cukup memiliki KTP, dan terdaftar dalam Surat Keterangan (SK) MUI Desa sebagai pengurus keagamaan (guru ngaji) di wilayah Hambalang. Program ini telah berjalan kurang lebih satu tahun.

“Pada saat saya membantu masyarakat menangani klaim BPJST yang meninggal dunia, saya tidak berhenti bercucuran air mata karena terharu melihat mereka bahagia, bersyukur, terbantu, tidak ada kata yang bisa mereka sampaikan saking bahagianya. Bahkan, salah seorang ahli waris punya cita-cita ingin berangkat haji, pada saat itu tertolong dengan uang dari klaim BPJS itu dan bisa berangkat haji,” ujarnya.

Basit melanjutkan, sinergi yang terjalin antara pemerintah desa, MUI Desa dan masyarakat setempat menjadi kunci keberhasilan program ini. Semoga program ini dapat menjadi inspirasi bagi MUI desa lain untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kerjasama yang kuat antara ulama dan umaro.

Namun di samping itu, Basit menyebutkan, bahwa dalam perjalanannya tersebut tidak lepas dari permasalahan. Salah satu yang sering dihadapi ialah menyoal legalitas akta nikah.

“Mayoritas masyarakat yang menikah di zaman dahulu tidak adanya bukti legal nikah yang valid. Sementara, untuk mendaftar BPJSTK ini, perlu adanya surat nikah sebagai salah satu syarat yang harus dipenuhi. Mengingat hal ini, maka MUI Desa Hambalang mengusulkan kepada MUI Kabupaten untuk menyelenggarakan program Itsbat Nikah massal di seluruh desa, sehingga para guru ngaji dapat lebih mudah untuk mengklaim BPJSTK,” tukasnya.

Sementara , Kepala Desa Hambalang,
Wawang Sudarwan mengatakan, kesuksesan program ini terjadi karena sinergitas yang baik antara Ulama dengan Umaro di dalam Pemerintahan Desa.

Jajaran Ketua MUI Desa Hambalang dan anggotanya selalu aktif berkegiatan di kantor Desa. Faktor penunjangnya, selain adanya insentif untuk guru ngaji yang digunakan untuk mengcover iuran BPJSTK, kemudian juga jajaran RT dan RW selalu melibatkan MUI Desa, dan aktif berkomunikasi dengan Kepala Desa dalam setiap kegiatan.

“Saya ucapkan terima kasih atas kinerja Ketua MUI Desa yang luar biasa. Saya sangat terbantu dengan kehadiran beliau. Sinergisitas yang terbangun ini baik sekali,” ujar Kades Wawang yang baru saja sukses meraih penghargaan Paralegal Justice Award dalam kategori Anubhawa Sasana Desa/Kelurahan Jagaddhita (ASDJ) dari Kanwil Kementerian Hukum dan HAM. =MAM/*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.