Molor, Revitalisasi Blok D Pasar Cisarua

0
277
LEWAT KONTRAK KERJA : Pekerjaan fisik revitalisasi Blok D Pasar Cisarua, terlihat belum mencapai 100 persen. FOTO : YUSMAN HADIWIBOWO

BOGOR – Revitalisasi Blok D Pasar Cisarua, Kabupaten Bogor, belum juga mencapai 100 persen. Meski kalender kontrak kerja sudah kadaluwarsa sejak beberapa hari lalu.

Mengacu kontrak kerja dengan nomor : 027/5.B/KONTRAK/VIII/DAG/2019, proyek bernilai hampir Rp9 miliar yang merupakan Bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tahun 2019 itu dikerjakan PT. Tri Tanerto Simber. Semestinya rampung 120 hari kerja, terhitung mulai 26 Agustus hingga 26 Desember 2019. Namun hingga lewat kontrak kerja, pekerjaan fisiknya belum mencapai 100 persen.

Menyikapi hal ini, anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor,  Selamet Mulyadi mengaku kecewa. Sebab, saat kunjungan kerja beberapa waktu lalu, pihak penyedia jasa memastikan pekerjaan akan selesai tepat waktu sesuai jadwal yang ditentukan pada 26 Desember 2019.

“Saat kunjungan kerja Komisi III ke proyek pembangunan Blok D Pasar Cisarua, dia (rekanan, red) memastikan pekerjaan akan selesai tepat waktu,” kesalnya.

SELAMET MULYADI

Meski demikian, dia menduga keterlambatan tersebut akibat hal teknis. Sebab, pihaknya tidak tahu kondisi yang sebenarnya terjadi di lapangan. Untuk itu, ini harus dikonfirmasi ke pihak penyedia jasa pembangunan.

“Ya kan bisa saja karena faktor cuaca, atau kendala pengiriman barang karena jalan raya Puncak kerap terjadi macet,” ucap legislator PDIP itu, Minggu (29/12/2019).

Namun begitu, Komisi III akan meninjau kembali pekerjaan tersebut kelapangan, untuk memastikan prrogres pekerjaan dan kendalanya.

“Kalau lewat dari batas waktu tentunya penyedia akan dikenakan sanksi berupa uang (denda, red),” tandasnya.

Sementara, salah seorang pekerja tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, keterlambatan diakibatkan distribusi material yang sering terlambat. Parahnya keterlambatan bisa terjadi bisa berhari-hari. “Ini sih tinggal finishing saja,” singkatnya.

Pantauan, beberapa pembatas antar pedagang belum rampung dibuat, pagar di luar pasar pun masih dalam pengerjaan. Selain itu, rolling door di setiap kios ada beberapa yang masih belum terpasang. Tidak hanya itu, anggaran revitalisasi Blok D yang mencapai Rp 9 miliar ini pun tidak dipasangi keramik di lantainya.

Rata-rata bangunan masih dalam proses pengerjaan, baik di tengah yang los maupun yang di samping kanan-kiri, depan-belakang. Pekerjaan ditaksir masih menyisakan 10 hingga 15 persen.

YUSMAN HADIWIBOWO

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.