Mobilisasi dan Ekonomi Jadi Faktor Utama Pendidikan Rendah di Sukamakmur

SUKAMAKMUR – Minimnya mobilisasi dan ekonomi menjadi faktor utama penyebab rendahnya pendidikan masyarakat di Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor. Bahkan pada pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMAN 1 Sukamakmur terbilang sangat sedikit atau tidak maksimal.

Kepala SMAN 1 Sukamakmur, L Rahman mengatakan bahwa pendaftar PPDB tahap pertama kemarin ada sebanyak 174 peserta yang melakukan pendaftaran secara online. “Total peserta yang melakukan pendaftaran itu ada sebanyak 174 pendaftar pada PPDB tahap pertama sedangkan kouta kita ada 216 anak,” katanya kepada PAKAR, pada Selasa 18 Juni 2024.

Ia menambahkan bahwa Sukamakmur merupakan salah satu wilayah yang pola pikir pendidikan masih daya lama, sehingga hal itu sulit untuk menaikan angka IPM (indeks pembangunan manusia). “Sukamakmur memang progresnya satu pertama pola pikir pendidikan masih daya lama dan tahun sekarang sudah agak meningkat lah kemudian kedua akses tidak ada angkutan umum (minim mobilisasi),” tambahnya.

Meskipun begitu dirinya mengaku selalu aktif dalam kegiatan untuk mengajak masyarakat terus menempuh pendidikan minimal hingga ke jenjang SLTA atau SMA/SMK sederajat.

“Saya selalu aktif ketika dikecamatan dari desa, bahkan sering mengadakan kerja sama dengan Muspika dan alhamdulilah komunikasi berjalan (sosialisasi ke masyarakat). Dan saya diingatkan oleh camat kalau ipm kita rendah dan dicoba untuk meningkat, karena banyak anak putus sekolah, berbeda kalau dibandingkan dengan Cibinong,” imbuhnya.

Sementara itu Camat Sukamakmur, Bakri Hasan membenarkan bahwa angka IPM diwilayahnya hanya 6,3 sehingga membuat pihaknya sulit meningkatkan angkat angka rata-rata lama sekolah. “Kemarin angka IPM kita cuma 6,3 makanya untuk meningkatkan angka rata-rata lama sekolah ini harus secara masif dilakukan oleh semua sektor, baik sektor pariwisata, pendidikan dan semuanya,” ucapnya.

Ia juga mengaku bahwa pihaknya sudah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Dewan Pendidikan dengan melaksanakan PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat). “Kita sudah bekerja sama juga dengan Dinas Pendidikan, Dewan Pendidikan kemudian pkbm yang ada di kita dan dengan semua stakeholder pendidikan mesti samar-samar untuk meningkatkan angka rata-rata lama sekolah,” ungkapnya.

Ia menyebut bahwa penyebab anak putus sekolah di Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor ada beberapa faktor. “Penyebab banyak anak putus sekolah itu pertama terkendala mobilisasi dan ekonomi. Makanya transformasi menjadi salah satu kendala pendidikan di Sukamakmur, misalnya seperti anak lulus SD saat melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP, jarak tempuhnya terbilang cukup jauh dan itu yang menjadi salah satu faktornya,” pungkasnya. AGE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.