Mitigasi Wabah DBD, Puskesmas dan Pemcam Ciseeng Lakukan Wawar Rutin

Petugas Puskesmas saat melakukan penanganan dan pencegahan penyakit DBD dengan memeriksa jentik nyamuk di tempat penampungan air. (Fahri | Pakar)

CISEENG – Kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama untuk menutup, menguras dan membersihkan tempat genangan/penampungan air, menjadi faktor penting dalam upaya mencegah berkembang biaknya jentik nyamuk Aedes Aegifty yang saat dewasa menjadi pembawa penyakit demam berdarah denggue (DBD).

Hal ini diungkapkan Kepala Puskesmas Ciseeng, dokter Marlina Mafilinda saat di temui awak media ini. Ia menjelaskan, dari data pelayanan medis di puskesmas tersebut, dalam periode bulan Agustus hingga November 2021, sudah tercatat ada 20 pasien yang terkena DBD.

“Kami sudah lakukan penanganan medis dan bersyukir pasien DBD sudah sehat kembali. Namun kewaspadaan harus terus dijaga, dengan cara pola hidup bersih sehat dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar,” papar dokter Marlina, Senin (6/12/2021).

Ia menyebutkan, Puskesmas sudah sejak awal musim penghujan telah melakukan wawar (sosialisasi) terkait potensi DBD. Wawar dilakukan melalui kader – kader Posyandu serta kader Jumantik. Ada pula giat pembagian cairan abate serta fogging di daerah yang terdapat pasien kasus DBD.

“Kami juga melalui Kepala Desa telah meminta masyarakat untuk kerja bakti bersih – bersih lingkungan. Lalu kami buat pula spanduk sosialisasi tentang DBD. Karena nyamuk Aedes Aegifty bertelur dan berkembang biak di air jernih dan berkeliaran di pagi dan sore hari. Jadi 3M sangat penting dilakukan,” bener dokter Marlina.

Kepala Seksi Pedidikan dan Kesehatan (Kasi Dinkes) Kecamatan Ciseeng Ade Kurniawan mengatakan, meski tidak ada jumlah kasus penyakit DBD tinggi, namun memang diperlukan kewaspadaan serta kesadaran untuk pencegahan penyakit yang menular ini.

“Kami sudah sampaikan surat himbauan resmi kepada semua pemerintah desa (Pemdes) di Kecamatan Rumpin agar ada program Jumat bersih. Kami juga bersama puskesmas akan memperbanyak spanduk mitigasi atau pencegahan penyakit DBD,” tukasnya. =FRI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.