Miris! Keluarga di Cianjur Tinggal di Gubuk Nyaris Ambruk Disamping Kandang Kambing

Inilan Odah warga Kampung Cipetir, Desa Sukatani, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur yang tinggal di gubuk nyaris ambruk bersebelahan dengan kandang kambing. Endi | Pakar

CIANJUR – Miris, Pasangan Suami Istri (Pasutri) paruh baya Didi (80) dan Odah (70) asal Kampung Cipetir RT 01/05 Desa Sukatani, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, harus tinggal di rumah nyaris roboh dan berdempetan dengan kandang kambing.

Mereka merasa ketakutan untuk menghuni rumah. Sehingga kadang bermalam menumpang di rumah anaknya pada malam hari dan kembali ke rumah pada siang hari.

Sehari-hari Odah bekerja sebagai buruh dan membersihkan rumput dengan upah Rp 5 ribu sampai dengan Rp 15 ribu. Itupun kalau ada tetangga yang menyuruhnya untuk membersihkan makam.

Saat ditemui dirumahnya, Odah Perempuan yang rambutnya sudah memutih ini sempat mengajak melihat langsung kondisi di dalam rumah yang kini sudah sangat rusak dan banyak kayu yang lapuk.

Di dalam rumah, kamar dan dapur tempat tidur hanya dibatasi oleh sehelai kain. Langit-langit sudah hilang hingga pemandangan genting-genting yang sudah bocor terlihat jelas ketika menengadah ke atas.

Odah mengangguk ketika ditanya jika hujan turun maka air pun ikut turun masuk ke rumahnya.

“Saya sudah 24 tahun tinggal di sini, berharap ke anak untuk memperbaiki rumah tak mungkin, mereka juga hidup pas-pasan,” ujar Odah kepada wartawan, Jumat (13/5/2022).

Aroma tak sedap dari kandang kambing sudah biasa dihirup Odah sehari-hari. Odah mengatakan suaminya, Didi (80), sempat berjualan pisang dan singkong hasil kebun sebelum jatuh sakit selama delapan bulan.

Faktor usia dan daya ingat yang menurun terkadang menghambat suaminya untuk pergi berjualan.

“Suami sempat berjualan jalan kaki keliling kampung, namun ia sempat sakit lama delapan bulan,” kata Odah.

Odah mengungkapkan, sudah ada beberapa orang datang mengambil foto rumahnya yang berhimpitan dengan kandang kambing.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh tetangga, Hasanudin (45) yang tinggal tak jauh dari rumah Odah. Menurut Hasanudin ia juga prihatin melihat kehidupan pasangan lanjut usia yang mempunyai rumah yang nyaris roboh dan berdempetan dengan kandang.

“Hanya bisa membantu tenaga kalau dibutuhkan, kami juga prihatin dan mendoakan semoga ada yang terletak hatinya untuk membantu pembangunan rumah Ma Odah,” kata Hasanudin.

Hasanudin mengatakan, pasangan lanjut usia ini sempat mendapat bantuan rutin beras dari program BPNT namun sudah sembilan bulan bantuan tersebut seperti terhenti.NDI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.