MI Nurul Huda Ambruk, Kemenag Cianjur Upayakan Bantuan Pembangunan

Beginilah kondisi Sekolah MI Nurul Huda, Kecamatan Campaka Tini Kartini, Kabupaten Cianjur yang roboh beberapa waktu lalu. Esya|Pakar

CIANJUR –Terkait soal adanya laporan Sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur yang ambruk, pihak Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Cianjur telah melakukan berbagai upaya arahan. Salah satunya pihak Sekolah MI itu, diminta agar membuat proposal usulan ke Kementrian Agama RI, Gubernur Jawa Barat, Hingga Baznas Kabupaten Cianjur.


“Dari sejak awal pimpinan Kemenag Kabupaten Cianjur, telah memberikan arahan terkait soal banguan sekolah MI yang robuh tersebut. Intinya pihak sekolah harus membuat proposal usulan, baik ke Kemenag Pusat, Gubernur Jabar hingga Baznas Kabupaten Cianjur.” kata Pelaksana Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Cianjur, Budi Lukman.


Bahkan, lanjut Budi, dari sejak sebelum robohpun usulan bantuan tersebut, sudah diusulkan kepada pihak Kementrian Agama RI, Gubernur Provinsi Jabar dan Baznas Cianjur, namun hingga saat ini bantuannya belum turun-turun. Pasalnya kondisi bangunan sekolah tersebut, telah lapuk alias sudah tua. Apabila masih digunakan proses belajar mengajar (PBM) takut roboh dan situasi dan kondisi Covid-19.


Saat itu, pihak Kemenag Cianjur, telah mengarahkan agar mengunakan dana bantuan operasional sekolah (BOS) untuk pemeliharaan gedung, namun mungkin karena tidak cukup. “Memang sih idealnya harus ada bantuan khusus rehab ruang kelas baru (RKB). Mudah-mudahan saja, bantuan dari Kementrian Agama (Kemenag) RI cepat turun. Sebab proposal permohonan bantuannya dari sejak tahun 2020 sudah dikirim, namun belum ada realisasinya,” harapnya.


Sementara itu Kepala Sekolah MI Nurul Huda, Kecamatan Campaka Tini Kartini, mengaku roboh Senin (31/5) sekitar pukul 02.00 Wib dini hari. Robohnya bangunan MI Nurul Huda ini, akibat kondisi bangunan yang sudah tua. Padahal proposal permohonan bantuan sudah dikirimkan dari sebelum roboh, namun tidak ada kunjung ada realisasinya. “Beruntung saat kejadian robohnya bantuan tidak sedang melaksanakan dalam proses belajar mengajar (PBM) karena situasi dan kondisi (Sikon) Covid-19,” pungkasnya. SYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.