MH Berkicau, Seret Nama PPK dan PA

0
291
Tersangka MH menggunakan rompi warna merah, usai menjalani pemeriksaan dan akan memasuki mobil tahanan ke LP Paledang. FOTO : SYARIF HIDAYATULLAH

BOGOR – Usai menjalani pemeriksaan di lantai 2 Kejaksaan Negeri Kota Bogor, tersangka MH yang menggunakan rompi berwarna merah dengan tangan terborgol, mulai berkicau.

Seolah tidak ingin tidur di jeruji besi sendirian, MH menyeret 2 pihak lain yang terlibat dalam kasus korupsi senilai Rp470 juta.

Tersangka MH memberikan pernyataan kepada awak media bahwa semua tindakan keterlibatannya dalam kasus korupsi di KPU Kota Bogor, yang dilakukannya itu atas perintah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Pengguna Anggaran (PA) di KPU Kota Bogor.

“Saya tergantung PPK dan PA. Karena PPK lah yang tahu. Melalui PPK yang mengatur semuanya. Saya tidak memiliki wewenang apapun, semuanya di PPK,” ucapnya kepada wartawan, Kamis (25/7/2019).

MH juga mengaku siap kooperatif membuka kasus korupsi itu di persidangan nanti.

Ia juga menyatakan hanya menjalankan dan melaksanakan perintah yang diatur oleh PPK dan PA.

Selama buron dan jadi DPO Kejari, MH mengatakan tidak kemana mana, hanya pernah ke Boyolali, Jawa Tengah ke rumah saudaranya. Ketika ditanyakan soal aliran dana atau penggunaan uang hasil korupsi, MH enggan menjawabnya.

“Tergantung oleh yang mengatur dan yang lebih tahu PPK. Semuanya dari PPK dan yang mengatur semuanya,” katanya.

Sementara, Kasi Pidsus Kejari Kota Bogor, Rade Satia Nainggolan mengatakan, tersangka MH langsung dititipkan ke LP Paledang. “Langsung kita tahan hari ini di LP Paledang,” terangnya.

Terkait penanganan kasus, Rade mengaku terus melakukan pengembangan dan pendalaman, terutama keterangan dari tersangka MH yang menyebutkan adanya keterlibatan pihak lain. “Kita kembangkam terus kasus ini,” jelasnya.

Ketika ditanyakan, apakah ada keterlibatan pihak lain selain tersangka MA dan MH, Rade mengaku, masih didalami adanya keterlibatan pihak lainnya. “Kita tunggu hasilnya nanti, secepatnya akan kita informasikan apabila ada perkembangan lagi,” tukasnya.

Untuk diketahui, dalam penanganan kasus korupsi di KPU Kota Bogor, Kejari Kota Bogor telah menetapkan dua orang tersangka yang terlibat dalam kasus korupsi yang merugikan keuangan negara sekitar Rp470 juta.

Tersangka MA sudah dijebloskan ke LP Paledang sejak 21 Juni 2019, sedangkan tersangka MH tidak kooperatif sejak ditetapkan sebagai tersangka, hingga ditetapkan sebagai DPO.

Berbagai upaya pencarian terhadap tersangka MH terus dilakukan Kejari dengan melakukan pencarian ke berbagai daerah. Akhirnya tim Pidsus Kejari Kota Bogor mengendus keberadaan MH di kediamannya dan langsung menangkapnya.

SYARIF HIDAYATULLAH

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.