Meski Diklaim Menurun, Lokus Penanganan Khusus Stunting Ditambah

Wakil Bupati Bogor, Khaerul Umam | Pakar

CIBINONG – Fokus penanganan stunting atau gagal tumbuh kembang anak di Kabupaten Bogor diperluas. Dari 10 desa yang ditentukan sebagai lokasi penanganan khusus ditahun 2019, saat ini ditahun 2021 jumlahnya mencapai 68.

Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan mengaku jika penambahan lokasi tersebut terus ditambah setiap tahunnya. Kata dia, ditahun 2020 Pemkab Bogor menambah jumlah lokasi
penanganan khusus stunting menjadi 34 dan sebanyak 104 yang direncanakan ditahun 2022.

“Dengan penanganan khusus tersebut alhamdulillah setiap tahunnya kasus stunting mengalami penurunan,” kata Iwan, Minggu (29/8/2021).

Dia menyebutkan, pada tahun 2019, kasus stunting di Kabupaten Bogor sebesar 19,08 persen dari 454.433 balita yang ditimbang. Kemudian turun ditahun 2021 menjadi 12,79 persen. “Begitu juga ditahun ini, tahun 2021 yang turun menjadi 12,69 persen,” ungkap Iwan.

Menurutnya, ada beberapa inovasi penanganan stunting yang telah dilakukan Pemkab Bogor. Di antaranya formula Pekat yaitu kegiatan yang melibatkan para ulama untuk membina pasangan baru menikah dengan mengedukasi persalinan dan kehamilan.

Kemudian Berisik, yaitu kegiatan yang mendorong dan mengedukasi ibu hamil dan ibu menyusui agar memberikan ASI eksklusif selama 2 tahun.

“Kita juga lakukan Kader Asi Sahabat Ibu (KASIHI) yaitu kader yang mengedukasi ibu hamil dan menyusui, serta program Ngaji yakni kelas pintar gizi untuk ibu yang mempunyai balita stunting, balita gizi buruk, kurang gizi maupun ibu yang memiliki anak balita di PAUD,” jelas Iwan

“Kita telah berkomitmen untuk menurunkan stunting ini yang dituangkan dalam RPJMD, serta jadi bagian dari program Karsa Bogor Sehat dengan indikator Bogor Bebas Stunting (GOBEST),” tukasnya.

Sementara, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) Kabupaten Bogor, Suryanto menyebutkan, jika konsep penanganan stunting dilakukan dengan 5 pilar.

Pilar pertama komitmen dan misi kepemimpinan, pilar kedua kampanye nasional dan perubahan perilaku, pilar ketiga konvergensi program pusat di tiap desa, pilar keempat ketahanan pangan dan gizi, serta pilar kelima pemantauan dan evaluasi.

“Kami berkomitmen penuh terus meminimalisir stunting di Kabupaten Bogor,” kata Suryanto.=MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.