Mensos Salurkan Dana PKH dan BPNT Warga Bogor

0
210

BOGOR – Kementerian Sosial menyalurkan bantuan kepada ribuan warga penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Penyaluran bantuan yang dilaksanakan di gedung Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Ciawi, Kabupaten Bogor ini, diberikan secara simbolis oleh Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita didampingi Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan dan sejumlah pejabat Kemensos kepada beberapa Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Bogor, Jumat (5/4/2019).

Menurut Mensos, Kegiatan hari ini dalam rangka menyalurkan sekaligus mensosialisasikan program PKH dan BPNT,

“Ini merupakan kegiatan rutin, kami ingin memastikan bahwa di Kabupaten Bogor ini bantuan tahap kedua PKH sudah bisa diterima oleh KPM,” ujanya kepada wartawan.

Ia pun mengaku bersyukur bahwa dibeberapa titik bantuan ini sudah disalurkan. Selain itu, kegiatan seperti ini juga sebagai upaya memastikan teman-teman pendamping melakukan tugasnya secara baik dan benar.

“Karena memang keberhasilan dari progran PKH dan BPNT bukan hanya saja keberadaan dari anggaran itu sendiri, tapi juga peran dari pendamping merupakan kunci dari suksesnya peran kami,” ungkapnya.

Secara nasional, lanjut Mensos, program PKH dipercaya telah membantu atau memberikan kontribusi yang sangat substansial bagi upaya pemerintah untuk mengurangi angka kemiskinan termasuk memperbaiki gini rasio. Dengan peningkatan anggaran program PKH dari tahun ketahun telah membuktikan menjadikan fakta, dimana angka kemiskinan bisa dikurangi berdasarkan survei september 2018 menjadi 9,66

“Kami harapkan bisa segera mendorong agar para KPM segera menjadi keluarga mandiri, pada tahun 2018 kami telah berhasil mencetak 600 ribu KPM mandiri dan KPM Graduasi yang sudah memulai usaha usaha masing masing,” harapnya

Lanjut dia, Pada tahun 2019 ini Kemensos menargetkan minimal 800 ribu dari KPM bisa lulus jadi KPM mandiri. Ini penting karena pihaknya sadar di luar sana masih banyak warga yang juga memang mempunyai hak mendapatkan sentuhan perlindungan sosial melaui program PKH dan BPNT yang harus ngantri. Karena anggaran dari pemerintah tidak bisa menyentuh semuanya.

“Harus ada tahapan, semakin cepat kita membentuk graduasi semakin cepat membentuk KPM mandiri maka semakin cepat mereka yang mengantri akan masuk program PKH dan BPNT ini,” pungkasnya.

Sementara, dalam sambutannya Wakil Bupati Bogor mengatakan, bahwa kualitas keluarga sangat menentukan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Artinya keluarga-keluarga yang berkualitas merupakan pondasi bagi terbentuknya masyarakat yang sejahtera, sehingga upaya peningkatan kesejahteraan keluarga harus menjadi prioritas program.

“Sasarannya terutama adalah keluarga-keluarga yang hingga saat ini masih tergolong keluarga sangat miskin,” ujar Iwan Setiawan.

Wabup juga menyampaikan bahwa program keluarga harapan di Kabupaten Bogor telah dilaksanakan sejak tahun 2007 dan hingga tahun 2019, dan telah mampu menjangkau 40 Kecamatan, 434 Desa/Kelurahan dengan jumlah keluarga penerima manfaat sampai tahun 2019 sebanyak 134.558.

“Pengembangan program keluarga harapan telah berhasil mendorong perubahan sikap mental dan kondisi sosial ekonomi rumah tangga sasaran, terbukti setelah beberapa tahun menerima bantuan untuk meringankan beban keluarga di bidang kesehatan dan pendidikan,” tandasnya.

YUSMAN HADIWIBOWO

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.