Mendagri Jelaskan Aturan Berolahraga Saat Perpanjangan PPKM Level 4, Begini Komentar Kadispora Kota Bogor

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bogor, Herry Karnadi. Abriadi | Pakar

BOGOR – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Bogor, Herry Karnadi, menyambut baik kebijakan Pemerintah Pusat, melalui Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Jendral Purn Tito Karnavian yang menjelaskan tentang aturan berolahraga bagi masyarakat saat perpanjangan PPKM Level 4.

“Kami tentunya akan mengikuti aturan yang dikeluarkan Pemerintah Pusat. Tapi tetap harus menerapkan prokes dan tidak ada kerumunan. Bahkan untuk lebih rincinya, nanti akan akan diatur oleh Satgas Covif-19 Kota Bogor,” kata Herry Karnadi, Rabu (28/7/2021).

Ketika disinggung kepada Kadispora Kota Bogor, apakah di Kota Bogor bisa atau tidaknya diterapkan kebijakan yang telah dikeluarkan Mendagri, kaitan dengan pemanfaatan fasilitas olahraga bagi atlet, atau sebaliknya ada pengecualian untuk cabor-cabor yang diperbolehkan mempergunakan fasilitas olahraga milik Pemerintah Kota Bogor, dengan tegas Herry memastikan, Dispora akan mengikuti aturan yang telah dikeluarkan Pemerintah Pusat. Tapi tetap harus menerapkan prokes ketat, dan tidak ada kerumunan.

“Ya kita ikuti saja aturan mainnya. Tapi kaitan dengan fasilitas olahraga, nanti akan akan diatur oleh Satgas Covid-19 Kota Bogor,” pungkasnya.

Sebelumnya Mendagri Jendral purn Tito Karnavian telah menjelaskan aturan berolahraga bagi masyarakat saat perpanjangan PPKM Level 4. Bahkan menurutnya, masyarakat diperbolehkan berolahraga di ruang terbuka selama menaati protokol kesehatan dan tidak menimbulkan kerumunan.

Selain itu Mendagri juga membeberkan aturan olahraga saat perpanjangan PPKM Level 4, bahwa pada prinsifnya kegiatan olahraga tersebut ada dua macam, pertama dilaksanakan oleh pemerintah, dapat dilaksanakan tanpa penonton atau suporter, dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, dan yang kedua adalah kegiatan olahraga mandiri atau individual.

“Kita harus tetap menjaga kesehatan, salah satunya dengan olahraga, dan sepanjang olahraga itu tidak ada penonton atau suporter, menerapkan prokes ketat, serta jumlah pesertanya terbatas boleh dilakukan,” katanya.

Apalagi menurut Tito, kalau dia olahraganya perorangan, akan lebih mudah. Tapi olahraga yang kelompok sebelumnya harus lakukan prokes terlebih dahulu kepada atletnya, pelatih, dan official, dengan tetap tanpa penonton. =ADI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.