Melanggar Perizinan, 1740 Vila di Cisarua Sudah Dilimpahkan ke Satpol PP

CISARUA – Maraknya bangunan vila komersial di wilayah Kecamatan Cisarua yang diketahui mengantongi izin rumah tinggal tetapi bangunannya disewakan kepada pelancong dikawasan Puncak, Kecamatan Cisarua , tidak menghalangi pihak Badan Pengelolaan Barang Dan Keuangan Daerah (Bapenda) dalam menarik retribusi, hal itu dikatakan Kepala UPT Penataan Bangunan wilayah Dua Ciawi Agung Tarmedi.


Menurut Agung, Bapenda tidak akan ter halangan hanya karena bangunan bangunan vila tersebut, menyalahi izin atau atau tidak berizin. “Tugas kami di UPT melakukan pengawasan dan pendataan bangunan bangunan tersebut, kalau soal retribusi vila itu kewenangan Bapenda. Dan bisa ditarik retribusinya walaupun menyalahi izin,” kata Agung kepada Pakar.


Agung menjelaskan, data dari pihak Kecamatan Cisarua sebanyak 1740 unit, yang tersebar di sembilan desa satu kelurahan tersebut dipastikan jauh dengan Data yang dimilikinya. “Kalau data kecamatan sebanyak itu, data kami bisa lebih banyak. Dan setiap minggu kami melakukan pendataan vila vila tersebut melalui pengawas lapangan,” jelasnya.


Dia menegaskan, ribuan vila tersebut sebagian besar menyalahi izin yakni izin rumah tinggal, bahkan dirinya mengaku hasil pendataannya selama ini sudah dilimpahkanya kepada Satpol PP Kabupaten Bogor. “Kami sudah lama melimpahkan ke Dinas, selanjutnya dinas melimpahkan kepada satpol PP Kabupaten Bogor,” ucapnya.


Agung menambahkan, tidak menutup kemungkinan setiap bulan terdapat bangunan atuh vila yang baru, sehingga kata dia lagi, pengawas bangunan kecamatan Cisarua bekerja ekstra melakukan pengawasan sehingga tidak kecolongan. “Untuk kecamatan Cisarua memang aga berbeda, tidak menutup kemungkinan setiap bulan bertambah vila baru. Makanya, pengawas kami dilapangan terus melakukan pengawasan,” tuturnya.


Agung mengaku, kewenangan UPT hanyalah melakukan pengawasan dan jika ditemukan pelanggaran kata dia lagi, melayangkan teguran kepada pemilik bangunan. “Tugas UPT hanya melakukan pengawasan dan melayangkan teguran 1 sampai tiga. Nah, setelah teguran tiga kami limpahkan ke pusat,” pungkasnya. UJG
 
 
 
 
 
 
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.