Melanggar Perda, Satpol PP Segera Bongkar Kampung Magfiroh di Caringin

Rencana pembangunan Kampung Magfiroh di Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. (Ist)

CARINGIN – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP), Kabupaten Bogor, tampak serius menangani bangunan Milik , Yayasan Islam Magfiroh di Desa Tangkil Kecamatan Caringin, yang diduga berdiri diatas Tanah Negara. Bahkan, Satpol PP memanggil pihak Pimpinan Magfiroh, untuk membawa data perizinan bangunan dan alas hak tanah pada Rabu mendatag. Bukan itu saja, Satpok PP juga sudah menghitung biaya pembongkaran yang dipastikan menelan angka Rp 5 hingga 10 miliar.


“Kami undang pemiliknya pada Rabu besok, soalnya saat kami kelapangan. Pimpinan yayasan sedang menjalankan ibadah haji, makanya sekarang kami undang agar membawa data alas hak tanah dan perizinan bangunan,” kata Cecep Imam Kasatpol PP Kabupaten Bogor saat dihubungi Pakar.


Cecep menegaskan, pihaknya sudah mendapat prlimpahan teguran dari pihak DPKPP, sehingga ditindak lanjuti dengan menurunkan tim. Namun lanjut dia, saat tim datang yang ada hanya staf yayasan. “Jika hasil pemanggilan, pemilik tidak bisa membuktikan alas hak tanah dan terbukti berdiri diatas tanah negara. Sudah dipastikan semua bangunan yang berdiri tidak berizin,” tegasnya.


Cecep menambahkan, undangan terserbut untuk memastikan perizinan uang dimiliki pihak yayasan, selain itu kata dia lagi, pimpinan yayasan harus mampu  menunjukan kepemilikan lahan, ajb atau sertifikat. “Kalau berbicara Pembongkaran, jika memang terbukti berada diatas tanah negara akan membutuhkan biaya 5 hingga 10 miliar. Pertanyaannya apa pemda sanggup mengeluarkan biaya sebesar itu,” ucapnya.


Cecep menambahkan, dalam penegakan Perda pihaknya tidak akan menebang pilih terlebih bangunan yang berdiri diatas tanah negara. “Kalau diatas tanah milik izin sudah pasti keluar kalau sesuai peruntukannya, Nah, jika berada diatas tanah garapan pemkab tidak akan mengeluarkan izin,” pungkasnya. UJG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.