Mega Proyek Cimory di Desa Kopo Cisarua Diduga Langgar Aturan

CISARUA – Pembangunan mega proyek destinasi wisata Cimory di Desa Kopo, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor diduga melanggar aturan. Bahkan bebatuan yang ada di bantaran sungai Ciliwung dipindahkan menggunakan alat berat.

Sebab, dalam aturan tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) tahun 2011 sampai 2031 Pasal 83 ayat 4 huruf b. Menetapkan bahwa dilarang mendirikan bangunan di sempadan sungai, kecuali bangunan yang dimaksudkan untuk pengelolaan badan air dan pemanfaatan air.

“Itu kegiatan sebulan lalu menurut info anggota, kita sudah melakukan monitoring dan pengawasan penindakan, hanya kegiatan cat and fil di lokasi proyek Cimory,” ungkap kasi trantib Kecamatan Cisarua, Pendi, Senin (17/10/22).

Ia mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan dari beberapa bulan lalu yang sedang dikerjakan oleh pihak Cimory. Namun sampai saat ini pihaknya belum mengetahui proyek tersebut untuk pembangunan tempat wisata atau pelebaran.

“Jadi di lokasi kali sudah tidak ada kegiatan alat berat semenjak dihentikan oleh saya atas perintah pimpinan. Informasi sementara belum jelas untuk penginapan atau taman wisata kita lagi cari informasi, memang itu masuk kawasan cimory dairy land Desa Kopo,” kata dia.

Sementara itu, humas Cimory Dede mengatakan, pembangunan tersebut bukan miliki Cimory akan tetapi dimiliki oleh salah satu tokoh di Kampung Cijulang, Desa Kopo.

“Itu punya milik Pak Dede Hartono Nurjaman warga Cijulang, jadi saya tidak tau menau. Silahkan tanya saja ke beliau,” ujarnya.

Kendati demikian, sejauh ini kepemilikan lahan Cimory sepenuhnya milik oleh Hartono, sehingga ketika adanya pembangunan pihaknya tidak begitu mengetahui lebih dalam.

“Kami juga disitu usaha di tanah milik pak hartono, bukan, silahkan saja di cek di izin warganya terkait proyek tersebut,” tuturnya. FIR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.