Mawar Sagu Tingkatkan RLS, PGRI: Harus Ada Pembinaan Khusus Keterampilan Masyarakat

Ketua PGRI Kabupaten Bogor, Amsohi. IST

CIBINONG – Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bogor, Amsohi, mengusulkan adanya pelatihan atau pembinaan khusus dalam program Lima Warga Satu Guru (Mawar Sagu) untuk meningkatkan Rata-rata Laman Sekolah (RLS).

Dia menilai, target RLS Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor yang didominasi rentang usia 25 tahun ke atas, akan lebih mudah ketika diberikan pelajaran non formal. Namun dengan catatan pagar sebagai pembatas dilakukannya materi pembelajaran tetap ada.

“Kami sudah usulkan ini, agar masyarakat yang nanti ikut dalam peningkatan RLS bisa sekalian diberikan pelatihan khusus yang memang sesuai dengan keterampilan dan kemampuan mereka. Misalkan menjahit atau apapun itu,” kata Amsohi kepada PAKAR, Selasa (9/8/2022).

PGRI sendiri, sangat mendukung program Mawar Sagu yang saat ini tengah dimatangkan tersebut. Namun Amsohi menilai jika hal itu perlu adanya satu formulasi yang dirancang untuk menjadi sebuah acuan kerja para tenaga pendidik dalam mengabdi, memberikan pendidikan kepada masyarakat.

“Kalau saya melihat, jika program ini dilaksanakan secara kelembagaan baik formal maupun non formal, itu agak sulit karena berbicara RLS sasarannya adalah usia 25 tahun ke atas. Sehingga menurut hemat saya harus ada sebuah gerakan masyarakat untuk mengikuti program ini. Karena tentunya pendataannya pun akan melibatkan para ketua RT di wilayah,” jelas Amsohi.

Untuk memaksimalkan itu, Amsohi memastikan jika pihaknya pun mulai menginventarisir para tenaga pendidik di wilayah. Membantu pemerintah melaksanakan program Mawar Sagu secara maksimal dan sesuai harapan.

“Saat jumlah guru di Kabupaten Bogor termasuk dari swasta dan di bawah kemenag (Kementerian Agama) ada sekitar 40 ribu orang. Program mawar sagu ini sudah kami sosialisasikan setiap pertemuan. Dan pada intinya kami mendukung program tersebut untuk kemudian dilaksanakan sesuai regulasi dan harapan bersama,” tandas Amsohi.

Diketahui, RLS di Kabupaten Bogor saat ini baru mencapai 8,31 tahun, jauh lebih rendah dibandingkan RLS secara nasional yakni 8,54 tahun. =MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.