Masyarakat Sukaraja Minta Wilayahnya Dibangun Sarana Irigasi untuk Pertanian

Anggota DPRD Kabupaten Bogor Dapil Satu bersama dengan perangkat kecamatan, desa dan masyarakat dalam agenda reses di Kecamatan Sukaraja. Khaerul Umam | Pakar

SUKARAJA – Pembangunan sarana irigasi untuk pertanian, menjadi salah satu aspirasi yang diterima Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Daerah Pemilihan (Dapil) Satu, dalam Reses Masa Sidang II di Kecamatan Sukaraja, Kamis (11/2/2021).

Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto mengatakan, usulan dari masyarakat yang diwakili kepala desa dan camat ini menjadi catatan bagi pihaknya.

Dia menyebut, Kecamatan Sukaraja merupakan salah satu sentra pertanian di Kabupaten Bogor yang harus tegap dijaga.

“Usulan ini masih mungkin untuk dianggarkan mengingat urgensinya dalam pemulihan ekonomi. Dan tahun ini juga sudah masuk rehabilitasi di Desa Nagrak yang akan dikerjakan Dinas PUPR di tahun depan,” kata Rudy.

Di samping itu, dia berharap pembangunan massif yang tengah dilakukan di wilayah Sukaraja tidak mengganggu sektor pertanian.

“Reses kali ini kan untuk perencanaan pembangunan di 2022. Dari 17 program yang diusulkan dari Sukaraja, hanya tujuh yang sudah masuk Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) 2020,” kata Rudy.

Salah satu yang dia sesalkan adalah
pembangunan Bendung Cibanon yang tidak masuk SIPD 2020. Menurutnya, hal tersebut memberikan kekhawatiran lahan pertanian tidak terbangun dan lahan tidak bisa teraliri air.

Sementara Anggota DPRD Kabupaten Bogor asal Kecamatan Sukaraja, Ade Sanjaya mengaku masih khawatir jika program yang telah masuk dalam SIPD ini tercoret, mengingat kebutuhan penanganan Covid-19 di Kabupaten Bogor juga sama pentingnya.

“Minggu depan ada perubahan parsial. Jadi kami akan jaga supaya program yang berkaitan dengan masyarakat tidak tercoret atau terkena refocussing,” kata Ade.

Terpisah, Camat Sukaraja, Makmun Nawawi atau biasa disapa Aden mengaku, sudah berkali-kali mengusulkan pembangunan bendung irigasi Cibanon.

“Tapi persepsi pemda, pembangunan irigasi atau pengairan itu adanya di Pemprov Jabar. Padahal kami sangat perlu saluran tersiernya untuk mengairi perkebunan dan pertanian. Kami harap usulan ini bisa terealisasi,” kata Aden. =MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.