Masih Minim, Vaksinasi Pelajar Baru 3 Persen

Penyuntikan Vaksin Covid-19 kepada pelajar di Kabupaten Bogor yang dilaksanakan di Stadion Pakansari, Cibinong, sebagai salah satu persiapan menjelang Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Khaerul Umam | Pakar

CIBINONG – Vaksinasi Covid-19 yang menyasar kepada para pelajar di Kabupaten Bogor masih sangat minim. Menjelang Pembelajaran Tatap Muka (PTM), vaksin tersebut baru mencapai tiga persen dari total keseluruhan.

“Untuk pelajar kurang lebih sudah 25 ribu yang divaksin atau baru 3 persen dari total 560 ribu sasaran,” ungkap Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Adang Mulyana, Selasa (31/8/2021).

Ada dua jenis vaksin yang digunakan untuk para pelajar tersebut, yakni Sinovac dan Pfizer. Kata Adang, vaksinasi langsung dilakukan setelah pasokan vaksin diterima oleh Pemerintah Kabupaten Bogor.

Dia pun mengaku masih terus mengupayakan percepatan vaksinasi untuk para pelajar itu. Saat mendapatkan pasokan vaksin tersebut, pihaknya langsung mendistribusikannya ke fasilitas pelayanan kesehatan atau fasyankes.

“Kebetulan kita dapat Pfizer kemarin, dan kita langsung distribusikan ke puskesmas karena vaksinasi pelajar ini tidak terpusat di Stadion Pakansari. Kita butuh percepatan sehingga kita langsung sebar,” terang Adang.

Dia meyakini dengan distribusi vaksin ke semua fasyankes yang ada di Kabupaten Bogor, itu akan sangat membantu mempercepat proses vaksinasi, khususnya kepada para pelajar ini.

“Kalau hanya di Stadion Pakansari, itu hanya digelar satu minggu dua kali dengan satu kali vaksinasi sebanyak 5.000. Tapi kalau di fasyankes, di wilayah, pergerakannya akan lebih dari itu,” jelas Adang.

Sementara, untuk capaian Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bogor secara keseluruhan saat ini baru mencapai 1 juta 130 ribuan. Jumlah itu pun belum menyentuh target awal sebesar 20 persen atau 1,2 juta.

Bupati Ade Yasin mengaku proses vaksinasi di Kabupaten Bogor mendapatkan dukungan dari semua pihak. Apalagi target keseluruhan, wilayahnya diharuskan melaksanakan vaksinasi sebanyak 4,3 juta atau sekitar 70 persen dari jumlah penduduk yang mencapai 5,6 juta.

“Untuk vaksinasi kita dibantu oleh beberapa organisasi. Lalu juga ada dari TNI dan Polri, bahkan dari kementerian. Kita masih terus berupaya melakukan percepatan,” kata Ade Yasin.=MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.