Masih Ada Pedagang Puncak Jual Mamin di Luar Harga Normal, Pokdarwis: Saya Akan Tegur

PKL di kawasan Puncak. (Dok | Pakar)

CISARUA – Menjual dengan harga tinggi di luar batas normal masih saja dilakukan sejumlah pedagang di kawasan Puncak. Padahal, kejadian ini pernah terjadi dan disepakati untuk tidak menjual dagangannya di luar harga normal.

Kemarin salah satu pengunjung ke Puncak mengeluhkan mahalnya jajanan yang dijajakan pedagang di sekitar Gunung Mas.

Satu bungkus rokok kretek dihargai Rp35 ribu. Kopi luwak Rp15 ribu. Sementara parkir Rp5 ribu.

“Saya kaget pas mau bayar harganya beda sama di toko-toko lain, rokok kretek yang biasanya beli 22 ribu per bungkus di pedagang Puncak 35 ribu,” kesal Sandi warga Pramuka Jakarta Pusat.

Dengan wajah terpaksa akhirnya si pembeli membayar uang rokok, kopi dan parkir. “Wah kapok jajan di sini,” ungkapnya.

Menanggapi kondisi ini, Ketua Forum Pokdarwis Kecamatan Cisarua, Teguh Mulyana mengatakan, akan mengkonfirmasi persoalan harga tersebut. Soalnya, tiga bulan lalu para pedagang dan Pokdarwis serta Muspika sudah ada kesepakatan harga tertinggi dan terendah.

Satu gelas kopi di jual Rp5 hingga 7 ribu. Rokok disesuaikan harga pasaran dan untuk parkir roda dua Rp2 ribu dan untuk mobil Rp5 ribu.

“Jadi kalau masih ada pedagang menjual dengan harga di luar kesepakatan akan kita tegur, tapi saya akan pastikan dulu, khawatir yang jual bukan yang ikut kesepakatan, bisa jadi pedagang baru,” tandasnya. =YUS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.