Masalah Relokasi PKL, Ini Solusi dari PPJ dan Pemkot Bogor

Direksi Perumda PPJ saat memberikan penjelasan kepada wartawan di ruang Pokwan DPRD Kota Bogor, Rabu (27/1/2021). IST

BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mempunyai solusi untuk harga sewa tempat relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) di blok A, B dan F pasar Kebon Kembang. Hal itu tercetus usai rapat koordinasi Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ), Dinas Koperasi dan UMKM serta DPRD Kota Bogor diruang komisi II DPRD Kota Bogor pada Rabu (27/1/2021) sore.

Direktur Utama Perumda PPJ, Muzakkir mengatakan, tadi masih pembahasan, ada titik temu hasil pertemuan dengan DPRD tadi. Selama ini kios blok A, B dan F oleh pemgembang dijual, tadi pagi pihaknya didampingi Dinas Koperasi dan UMKM bertemu dengan pengembang blok A, B dan F. Intinya meminta mereka untuk memberikan solusi kepada PKL, kalau solusi jual kan sudah harga subsidi namun masih dirasa berat oleh PKL.

“Akhirnya dapat solusi dimungkinkan kios di blok A, B dan F disewa bulanan, dengan harga sangat murah. Diketahui di blok a dan b toal kios ada 277 kios, disewakan dengan tiga varian harga yaitu Rp500 rb, Rp750 dan Rp1 juta. Karena ini sewa pengembang, karena ini sewa pengembang meminta deposit Rp500 rb dan nanti akan dikembalikan ketika pedagang apaba sudah tidak menyewa kios,” ungkapnya kepada wartawan pada Rabu (27/1/2021).

Muzakkir menjelaskan, perbedaan ini diukur dari ukuran luas kios, harga Rp500 rb itu ukuranya tiga sampai empat meter, Rp750 ribu ukuran tiga meter dan Rp1 juta ukuran empat sampai enam meter. Memungkinkan juga jika PKL mengambil ukuran enam meter bisa di bagi dua, jadi dua PKL bisa masuk disitu sehingga cost nya lebih murah.

“Untuk di blok A, B tersedia 277 kios dan blok F ada 130 kios ukuran tiga meter harga Rp900 ribu dan empat meter harganya Rp1,2 juta dan ada dposit juga satu bulan dengan harga yang sama. Ini sesuai yang kami tunggu, dahulu saat pemindahan PKL taman topi ke jalan Nyi Raja Permas target awalnya ke dalam pasar blok A,B, tapi ada kendala seluruh kios itu harus di beli jadi PKL keberatan,” tambahnya.

Muzakkir berharap, semoga ini disikapi baik oleh PKL, ini hasil negoaisiasi PPJ dan Pemkot Bogor kepada pengembang. Ada opsi juga setelah menyewa enam bulan mereka bisa beli, di blok F harga kiosnya Rp57juta setelah enambulan mau dibeli silahkan dan harga tidak dinaikan.

“Jadi opsinya mereka bisa sewa enambulan dan selanjutnya bisa mereka beli. Untuk koordinasi dengan PKL itu ranahnya ada di Dinas Koperasi dan UMKM, mereka akan mengatur waktu, kami akan memdampingi dinas disaat sosialisasi ke PKL. Kami sampaikan juga hasil obrolan komisi dua, kami akan minta hadir komisi II di sosialisasi,” tuturnya.

Muzakkir menegaskan, jamin harga sewa ini tidak kemahalan karena orang lain sewa harganya Rp3 juta, PPJ sudah minta bantuan ke pengembang jadi sekarang tinggal PKL mau masuk apa tidak. PKL di waktu pemindahan itu ada 240 pedagang dan sekarang hanya ada 120 pedagang hingga 130 pedagang, sebetulnya dengan kios yang disediakan ada 427 di blok A, B dan F. Harusnya semua PKL di Nyi Raja Permas, Dewi Sartika dan seputaran blok C itu bisa masuk ke dalam pasar.

“Kalau dilihat dari sisi harga yang diberikan, yang paling memguntungkan itu di blok F, karena bangunan baru dan diiklankan di semua titik SeKota Bogor. Kami amati pedagang yang sudah masuk ke blok F, jualan mereka bagus hingga sekarang sudah diisi sekitar 50 persen,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bogor, Samson Purba mengatakan, PKL yang berKTP Kota Bogor ada 131, karena pihaknya melakukan subsidi dan lainnya untuk warga KTP Kota Bogor. Memang sebelumnya disana dikatakan ada 240 PKL tapi realnya tidak segitu. Penertiban di jalan pengadilan ada 140 PKL dan akan diarahkan ke dalam pasar. Totalnya 250 PKL, diharapkan mereka masuk dan direncakan sosialisai dengan PKL tersebut minggu depan.

“Ya, kami akan memgundang perumda PPJ dan komisi II. PKL ini sudah terdata dan ada daftar namanya, kami prioritaskan untuk warga Kota Bogor. Kalau untuk blok a,b, c bandingkan dengan harga yang berjalan sekarang sebenarnya harganya jauh dibawah harga itu, contoh misalkan mereka bayar Rp750 ribu perbulan, kami lihat PKL dijalan sehari setoran mereka, kira-kira tidak jauh beda,” pungkasnya.=ROY

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.