Maraknya Eksploitasi Alam, Kawasan Puncak Cisarua Semakin Rusak Parah

Inilah salah satu proyek yang mengeksploitasi dan merusak perkebunan teh di kawasan puncak. Firman | Pakar

CISARUA – Eksploitasi alam di Kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, semakin menggila, bahkan selain perusahaan plat merah melakukan eksploitasi, kini salah satu perusahaan melakukan hal yang sama.

Tidak jauh dari PT Jaswita, salah satu perkebunan teh di Kampung Sukatani, Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, dikeruk habis demi kepentingan pembangunan tempat wisata.

Camat Cisarua, Heri Risnandar mengatakan, dengan maraknya pembangunan dikawasan Puncak, pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait. “Informasinya ijin lingkungan sudah ada, tapi secara jelasnya saya belum tau ijinnya ada atau tidak dari dinas terkait,” ujarnya, Kamis (30/05/24).

Selain Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Jawa Barat PT Jaswita yang tengah membangun kawasan wisata raksasa dan mengeksploitasi perkebunan teh, kini salah satu perusahaan tengah melakukan pembangunan serta mengeruk perkebunan teh yang ada di lokasi tersebut.

“Ya memang beberapa regulasi mengatur hal itu, salah satunya dinas lingkungan hidup yang mengaturnya. Tapi kami selagi masih aman dan masyarakat kondusif itu hal penting bagi kami,” paparnya.

Lebih lanjut, dirinya mengatakan, saat ini tercatat ada sekitar 30 persen lahan hijau yang mengalami penyusutan akibat pembangunan tempat wisata di Puncak Bogor. “Dari Perkebunan Ciliwung dan PTPN memang ada penyusutan lahan hijau, kalau secara persentasi ada sekitar 30 persen lahan hijau yang mengalami penyusutan,” jelasnya.

Menurutnya, beberapa upaya telah dilakukan, bahkan ratusan bangunan serta penginapan yang tidak mengentongi ijin telah di tertibkan tim penegak peraturan daerah. “Sepengetahuan saya dulu sempat ada penertiban terhadap vila-vila yang ada di kawasan Puncak mungkin sudah ratusan yang kita tertibkan,” tutupnya. FIR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.