Marak Telur Infertil, Disdagin Lemah Pengawasan

Anggota DPRD Kabupaten Bogor komisi II Lukmanudin. Firman | Pakar

LEUWILIANG – DPRD Kabupaten Bogor menilai dinas perdagangan dan perindustrian (disdagin) Kabupaten Bogor lemah terhadap pengawasan. Sehingga terjadi peredaran telur infertil di pasaran Leuwiliang, Kecamatan Leuwiliang.

Lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh Disdagin Kebupaten Bogor sehingga maraknya peredaran telur infertil atau telur HE (hatched egg) di pasar tradisional. Anggota DPRD Kabupaten Bogor komisi II Lukmanudin sangat menyayangkan adanya perbedaan telur tidak layak konsumsi beredar luas di pasar tradisional di Kabupaten Bogor.

“Sangat di sayangkan seandainya benar bahwa terdapat peredaran telur tak layak konsumsi beredar di pasar yang ada di kabupaten Bogor,” ungkap Lukmanudin kepada Pakar Online, Selasa (26/10/2021).

Dirinya menilai bahwa pengawas Diperindag Kabupaten Bogor tidak efektif dan lengah. “Ini menandakan bahwa pengawasan oleh dinas terkait tidak berjalan baik atau bahkan yang di hawatirkan tidak ada pengawasan sama sekali. Sehingga persoalan peredaran barang yang tak layak konsumsi ini beredar di kabupaten Bogor,” ujarnya.

Menurutnya, sesuai amanat dari Perbup no 29 tahun 2020 Bupati mendelegasikan wewenangnya kepada Dinas Perdagangan Dan Perindustrian agar mengawasi peredaran kebutuhan pokok disejumlah pasar tradisional.

Tentunya dengan kejadian ini, dirinya berserta seluruh jajaran komisi II akan membahas hal tersebut di dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Bogor. “Insya Allah nanti kami akan coba mengklarifikasi kepada dinas terkait mengenai persoalan yang sedang terjadi,” pungkasnya. FIR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.