Marak Kondom Bekas Pakai di Kebun Teh, PTPN VIII Ngaku Kecolongan

Terlihat alat kontrasepsi bekas pakai berceceran di kebun teh Gunung Mas, Puncak, Kecamatan Cisarua. Firman | Pakar

CISARUA – Petugas pengamanan PT Perkebunan Nusantara VIII ( PTPN VIII) Gunung Mas, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor kecolongan dengan adanya penemuan alat kontrasepsi saat malam pergantian tahun.

Pihak PTPN VIII merasa kejadian ini tentunya menjadi perhatian pihaknya untuk kedepan juga akan meningkatkan pengamanan dikawasan kebun teh.

Kepala Sumber Daya Manusia (SDM) PTPN VIII Gunung Mas, Rivan mengatakan,
Kalau terkait pengawasan dengan keterbatasan SDM pihaknya tidak bisa mengawasi sacar full dilahan yang dimiliki PTPP VII dengan lahan yang cukup luas, sementara tenaga juga terbatas.

“Untuk terjadi hal-hal yang seperti itu diluar dari kendali kita, karena mereka mau berkunjung ke kebun teh tidak mungkin mau buat asusial atau maksiat sehingga ini diluar nalar kita juga tidak mungkin juga kita cek satu-satu barang milik pengujung,” ungkapnya kepada Pakuan Raya, Rabu (04/01/23).

Ia menuturkan, dengan luas lahan sekitar 1670 hektar dengan petugas keamanan 27 orang tentunya hal tersebut belum tentu bisa diawasi secara maksimal.

“Saat jelang natal dan tahun barh (nataru) memang kita sangat ketetaran khususnya diarea dalam argo wisata, kita sedang memprioritaskan area yang didalam (argo wisata) tapi bukan artian yang diluar kita abaikan juga,” katanya.

Ia belum bisa memastikan hal ini sudah kali terjadi atau memang baru pertama kali terjadi lantaran dirinya baru dua tahun menjabat di area Gunung Mas.

“Upaya kedepan hal ini menjadi pengalaman kita juga akan lebih koordinasi dengan aparat setempat,” tuturnya.

Dengan peristiwa ini terjadi kedepan pihaknya akan melakukan oprasi dengan menggandeng Aparat Penegak Hukum (APH) wilayah Cisarua.

“Saya juga meminta untuk wisatawan yang akan berkunjung ke Puncak agar berpikir positif jangan berbuat mesum, hal ini tentunya kembali ke niat awal apa mau liburan atau melakukan mesum dengan biaya murah dengan cara mesum dikebun teh,” imbuhnya. FIR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.