Mangkrak, Pembangunan GOR Neglasari Cianjur Dinilai Tidak Sesuai RAB

CIANJUR—Dampak dari pandemi Covid-19, ternyata sangat berpengaruh terhadap berbagai program kegiatan desa. Hal tersebut, dialami oleh lingkungan aparatur Pemerintahan Desa (Pemdes) Neglasari, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur. Salah satu contohnya, seperti program pembangunan gedung gelanggang olaharaga remaja (GOR) Cekdam di Desa Neglasari hingga saat ini, mangkrak alias terbengkalai.


Informasi yang berhasil dihimpun, mangkraknya pembangunan GOR Cekdam Desa Neglasari, Kecamatan Cikalongkulon ini, dari sejak pasca pandemi Covid-19. Pasalnya, selama lebih dari 2 tahun lebih anggaran dana desa (DD) tersebut, dialihkan kepenanganan bantuan langsung tunai (BLT). Akibatnya, banyak program desa, seperti GOR Cekdam, jalan gang dan jalan lingkungan, jembatan dan laninnya menjadi terhambat.


“Memang selama kurang lebih dari 2 tahun in, dari sejak pandemi Covid-19 hampir semua jenis kegiatan pembangunan dana desa (DD) terrefocusing. Dampaknya pada angaran RPJMDesa dan RKPDesa, harus direview ulang. Akibatnya banyak program pembangunan desa, menjadi terhambat alias terhenti,” kata Sekertaris Desa (Sekdes) Desa Neglasari, Gunawan kepada wartawan, Rabu (11/05/2022).


Bahkan, lanjut Gunawan, berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi (Monev) dari pihak Kecamatan Cikalongkulon, dana program pembangunan GOR Desa Neglasari ini, tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah dibuat oleh tengaga pendamping desa (PDTI), mungkin akibat kurangnya koordinasi. Dampak dari terbengkalainya pembangunan GOR Cekdam ini, menuai pro dan kontra dikalangan masyarakat, Desa Neglasari.


“Sebenarnya banyak kalangan masyarakat yang mempertanyakan bagaimana bisa menjadi terhambatnya berbagai kegiatan pembangunan desa ini, namun selama ini tidak bisa dijawab apa-apa. Karena pimpinan kami, selaku Kepala Desa (Kades) Neglasari, mengalami jatuh sakit stroke. Selama ini, kinerja pimpinan kami pun, menjadi kurang optimal tidak seperti pimpinan desa lainnya. Sehingga kami selaku pamong desa tidak bisa berbuat apa-apa,” pungkasnya. SYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.