Mahasiswa PMM Unida Bogor Berikan Trauma Healing kepada Anak-anak Korban Gempa Cianjur

Foto bersama mahasiswa PMM Unida Bogor usai memberikan trauma healing kepada anak-anak korban gempa Cianjur. (Dok.Unida)

BOGOR – Belasan mahasiswa program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) di Universitas Djuanda (Unida) Bogor, memberikan trauma healing kepada anak-anak korban gempa Cianjur.

Dilaksanakan belum lama ini, ada sebanyak 100 anak korban gempa yang diberikan pendampingan psikososial oleh mahasiswa tersebut.

Menurut Dosen Pembimbing PMM, Resti Yektyastuti, trauma healing itu dilakukan atas dasar kepedulian mahasiswa untuk meminimalisir trauma yang terjadi pada anak-anak korban bencana gempa Cianjur.

Pada pelaksanaannya, mahasiswa mengajak anak-anak beraktivitas ringan yang menggembirakan untuk menghilangkan rasa trauma dalam diri mereka. Di antaranya seperti jendela emosi (menggambar tempat yang menurut mereka adalah tempat yang membahagiakan), menyusun puzzle gambar kesenangan, bermain ular-ularan, bermain balon dan mainan viral latto-latto.

Resti mengatakan, sebelum terjun melaksanakan pendampingan psikososial, mahasiswa telah menerima pembelakalan dan pelatihan pendampingan psikososial dari narasumber ahli.

“Pendampingan psikososial yang dilaksanakan para mahasiswa ini merupakan rangkaian kontribusi sosial modul nusantara program PMM. Kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh dari Kemendikbudristek. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat mengasah dan meningkatkan kepekaan sosial mahasiswa terhadap lingkungan sekitar terutama dalam konteks tanggap bencana seperti saat ini,” ujar Resti dalam keterangan tertulis yang diterima PAKAR, Senin (26/12).

Lebih lanjut dia menerangkan, sebagai bentuk tanggap bencana, sejak satu bulan sebelumnya mahasiswa juga telah mulai melakukan penggalangan dana, persiapan pembelanjaan bantuan (pangan, tenda darurat, obat-obatan dan pakaian), hingga penyaluran bantuan ke lokasi terdampak gempa.

Bahkan, kata Resti, aksi para mahasiswa pertukaran di Unida ini menjadi sorotan dan mendapat apresiasi langsung dari tim panitia pusat PMM Kemdikbudristek.

“Hal ini menjadi penambah semangat para mahasiswa program PMM untuk terus memberikan kepedulian kepada masyarakat,” tutur Resti.

Salah seorang anak korban gempa Cianjur, Yusuf mengaku senang mendapatkan trauma healing dari para mahasiswa PMM Unida Bogor tersebut.

“Aku senang banget bisa bermain bersama kakak-kakak mahasiswa. Sering-sering main ke sini ya kak,” Ucap Yusuf, di tenda pengungsian gempa Cianjur.

Sekedar diketahui, program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) merupakan salah satu program unggulan Kemdikbudristek dalam Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM).

Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh daerah Indonesia yang mengikuti Program PMM, dimana para mahasiswa diberi kesempatan untuk mendapatkan pengalaman belajar selama 1 semester di perguruan tinggi terbaik di seluruh Indonesia di luar pulau asal mereka. Unida Bogor menerima 107 orang mahasiswa dari 40 perguruan tinggi di luar Pulau Jawa. =MAM/*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.