Longsor dan Pergerakan Tanah Mendominasi Bencana di Cianjur

CIANJUR – Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Mochammad Irfan Sofyan, mengatakan sebanyak 4 kepala kelurga (KK) korban pergerakan tanah di Kampung Cipari, Desa Rawabelut, Kecamatan Sukaresmi siap direlokasi. Pasalnya keempat kepala keluarga (KK) itu memiliki lahan pribadi yang bisa digunakan membangun kembali ditempat tinggal mereka sendiri.


Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, lanjut Irfan, terdapat 8 kepala keluarga yang terdampak langsung pergerakan tanah. Namun, baru 4 kepala keluarga yang sudah siap direlokasi. “Memang mereka itu memiliki lahan yang bisa digunakan membangun rumah. Untuk empat kepala keluarga lainnya belum bisa direlokasi karena belum ada lahannya,” kata Irfan kepada awak media, Selasa (23/2/2021).


Menurutnya, pergerakan tanah di Kampung Cipari di Desa Rawabelut terus bergeser setiap saat. Bahkan, Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pun akhir tahun lalu sempat melakukan kajian di lokasi bencana. “Awalnya, dari kajian PVMBG ada 4 rumah yang terdampak. Namun seiring perkembangan kondisi di lapangan, rumah warga yang terdampak bertambah lagi sehingga berjumlah 8 rumah. Untuk 4 rumah yang belum bisa direlokasi, kami masih lahan dan tentunya harus betul-betul aman,” paparnya.


Ia menjelaskan relokasi tersebut, berdasarkan kajian PVMBG serta hasil musyarawah elemen aparatur pemerintahan desa, kecamatan, serta masyarakat. Pemerintah berharap setelah nanti direlokasi, masyarakat tidak menempati lahannya yang dulu digunakan sebagai permukiman.

Kondisi serupa terjadi di Desa Batulawang di Kecamatan Cipanas. Terdapat setidaknya 11 kepala keluarga yang terancam akibat pergerakan tanah. “Kejadiannya hampir bersamaan dengan pergerakan tanah di Desa Rawabelut. Di Desa Batulawang ada 11 kepala keluarga yang rumahnya terancam,” terangnya.

Memang secara umum,”kata Irfan hingga saat ini bencana hidrometeorologi di Kabupaten Cianjur bersamaan masih tingginya intensitas curah hujan masih terjadi. Kurun Januari-Februari, setidaknya terjadi 35 kali bencana. Sedangkan rincian jenis bencananya, longsor dan pergerakan tanah sebanyak 26 kali, angin puting beliung 6 kali, banjir/banjir bandang 2 kali, dan cuaca ekstrem 1 kali.
“dari hasil rekapitulasi laporan kebencanaan, selama Januari 2021 hingga hari ini (Selasa), terjadi 35 kali bencana. Kejadiannya didominasi longsor dan pergerakan tanah,”pungkasnya. SYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.