Longgarkan Aturan Mudik, INSPIRA : Terima Kasih Presiden Jokowi dan Kapolri

Rizqi Fathul Hakim, Ketua Umum Pengurus Besar Inisiator Perjuangan Ide Rakyat (PB INSPIRA). (Ist)

JAKARTA – Mudik merupakan suatu kegiatan yang sudah melekat serta menjadi tradisi dan budaya bagi masyarakat lokal Indonesia. Mudik identik dengan Hari Raya Idul Fitri, mereka yang tinggal bukan di kampung halamannya, akan memanfaatkan momen ini untuk pulang kampung bertemu sanak keluarga.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, yaitu pada momen Idul Fitri ditahun 2020 dan 2021, pemerintah memberlakukan larangan mudik bagi seluruh masyarakat. Hal tersebut dilakukan untuk menekan laju penularan virus covid-19 yang pada saat itu penyebarannya begitu masiv. Selain yang nekat mudik akan diarahkan untuk putar balik, pemerintah juga menyiapkan sanksi-sanksi tegas bagi pelanggar sesuai dengan peraturan yang berlaku termasuk denda. Di tahun 2022 ini pemerintah mengizinkan masyarakat untuk mudik Lebaran. Ini akan menjadi tahun pertama dibolehkannya mudik di tengah pandemi virus corona.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, “Saya harapkan ini semua dipersiapkan, sehingga kemudian masyarakat bisa betul-betul kita berikan kemudahan pada saat masyarakat akan melaksanakan mudik,” pungkas Kapolri.

Sementara, Rizqi Fathul Hakim, Ketua Umum Pengurus Besar Inisiator Perjuangan Ide Rakyat (PB INSPIRA) mengatakan, “Kebijakan Presiden Jokowi untuk melonggarkan aturan mudik serta kesiapan Kapolri beserta jajaran untuk mengawal mudik aman dan nyaman 2022 ini tentu dapat memberikan rasa kesenangan hati bagi masyarakat. Terima kasih Presiden Jokowi dan Kapolri,” ungkapnya kepada Pakar Online.

Lanjut Rizqi, “Pandemi Covid-19 yang melanda tanah air selama 2 tahun ini, tentu banyak memberikan dampak buruk bagi masyarakat. Larangan dan pembatasan dibuat untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona, namun disisi lain banyak urusan yang terhambat hingga berdampak negatif bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” sambungnya.

“Berkat kerjasama semua pihak dalam menjaga ketat protokol kesehatan serta berpartisipasi dalam akselerasi vaksinasi nasional, kasus covid-19 di tanah air mengalami tren penurunan. Mereka yang rindu merasakan kehangatan bersama keluarga di kampung halaman, kini dapat pulang kampung dengan aman dan nyaman,” terangnya.

Merujuk hasil survei Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan pada 22-31 Maret 2022, sekitar 85,5 juta orang diperkirakan akan melakukan perjalanan mudik Lebaran.

Sebelumnya Presiden Jokowi mengatakan, diperkirakan ada sekitar 23 juta kendaraan pribadi roda empat dan 17 juta kendaraan roda dua yang akan melaksanakan mudik. “Kita harus tetap waspada, jangan sampai perjalanan mudik justru memicu munculnya gelombang baru penularan Covid-19. Yang terpenting pemerintah selalu meletakkan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama, baik keselamatan perjalanan mudik, maupun keselamatan kesehatan kita,” ujarnya.

Kapolri menyebut, mudik dengan menggunakan moda transportasi Kereta Api dapat mencegah terjadinya potensi kemacetan di jalur darat. Kapolri juga mensosialisasikan himbauan Presiden Jokowi untuk melakukan mudik lebih awal, sebelum tanggal 28 April.

Diinformasikan Polri bakal mengerahkan 144.392 personel untuk melakukan pengamanan selama masa mudik. Ratusan ribu personel itu terdiri dari 876 personel Mabes Polri, 87.004 personel dari kepolisian daerah, dan 56.512 personel dari instansi terkait. Polri juga telah menyiapkan 2.702 posko. Terdiri dari 1.710 pos pengamanan, 730 pos pelayanan, dan 258 pos terpadu. Kepolisian melakukan pengamanan terhadap 101.454 objek selama masa arus mudik. Terdiri dari 90.796 masjid, 4.324 pusat perbelanjaan, 4.326 objek wisata, 833 terminal, 666 pelabuhan, 299 stasiun kereta api, dan 210 bandara.

Pemerintah memprediksi puncak arus mudik Lebaran terjadi pada 28-30 April 2022. Kapolri memprediksi akan ada 23 pintu tol yang menjadi lokasi rawan terjadinya kemacetan selama masa arus mudik Lebaran 2022. Listyo meminta agar jajaran kepolisian dapat memaksimalkan pos pengamanan di sekitar jalan tol tersebut untuk mengurai kemacetan.

Kementerian Perhubungan juga menyatakan telah bekerjasama dengan Korlantas Polri menyiapkan skema mengantisipasi kemacetan saat aktivitas mudik Lebaran 2022. Polri memastikan tidak ada razia dan checkpoint saat arus mudik Lebaran 2022. Khususnya, saat pemberlakuan ganjil genap di sejumlah ruas tol. “Tidak ada razia, saya ulangi, tidak ada razia, tidak ada checkpoint,” kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan. RIF

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.