Laporannya Sempat Diabaikan Oknum Polisi, Korban KDRT di Parungpanjang Akhirnya Lega Suami Ditangkap

Pelaku KDRT terhadap istri sendiri di wilayah Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor. (Khaerul Umam | Pakar)

CIBINONG – Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di wilayah Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor yang laporannya sempat tidak dilayani oknum anggota Polsek Parungpanjang, akhirnya bisa bernafas lega.

Pasca kasus dugaan kelalaian pelayanan tersebut viral, kasus KDRT yang menimpa ibu rumah tangga berinisial MB (52) itu diambil alih oleh Polres Bogor. Bahkan pelaku yang juga suami dari korban kini telah ditangkap.

Dia adalah IJ. Pria berusia 58 tahun tersebut ditangkap usai terbukti melakukan KDRT kepada istrinya.

Wakapolres Bogor Kompol Fitra Zuanda mengungkapkan kejadian itu bermula saat IJ kerap mendapatkan kabar bahwa istrinya sering selingkuh dengan pria lain.

“Mendengar kabar itu pelaku cemburu hingga menanyakan langsung soal kabar tersebut kepada istrinya,” kata Fitra di Mako Polres Bogor, Senin 20 November 2023.

Namun, lanjutnya, pelaku tidak mendapatkan respon yang baik dari istri ketika ingin membicarakan soal kabar perselingkuhan tersebut pada 14 November lalu.

“Tersangka melihat korban selesai cuci baju, dia ngajak korban bicara berniat menanyakan kabar perselingkuhan, namun korban menolak karena kurang enak badan dan meminta bicara besoknya,” papar Fitra.

Respon itu pun membuat pelaku tak kuat menahan rasa cemburu dan kesal karena ditolak korban untuk diajak bicara.

Karena hal itu, IJ kemudian menganiaya istrinya sendiri saat tertidur.

“Tersangka menyuruh korban tidur namun ditolak. Hingga korban tidur di ruang keluarga.Tersangka masuk ke kamarnya. Karena sakit hati tersangka keluar dari kamar dan langsung memukul,” jelas Fitra.

Atas kejadian tersebut, pelaku disangkakan dengan Pasal 44 UU RI 23/2004 tentang penghapusan KDRT dan 351 KUHP, dengan ancaman penjara 2 tahun 8 bulan.

Diketahui sebelumnya, laporan korban KDRT ini tidak dilayani dengan baik oleh oknum anggota Polsek Parungpanjang.

Kabar tersebut pertama kali tersebar di media sosial Twitter. Diunggah oleh @omhendrafrian melalui akun X miliknya, dinarasikan bahwa korban KDRT tidak dilayani secara profesional saat akan membuat laporan ke Polsek Parungpanjang dengan kondisi babak belur.

“Capek banget ngarepin polisi. Kemaren bawa tetangga ke Polsek Parung panjang dengan kondisi babak belur abis dipukulin suaminya. Sama si polisi disuruh pulang. Bawa surat-surat KTP/KK dan surat nikah,” tulisnya, dikutip kemarin. =MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.