Langkah Kemajuan Syahar Diantono 1 Tahun Pimpin Propam Polri

Rizky Darmawan, Wasekjen PP AHSANU (Pimpinan Pusat Ahlu Harakatissalaam Li Nadhlotil ‘Ummah) saat bersama Irjen Syahar Diantono dalam sebuah acara. (Ist)

Oleh: Rizky Darmawan, Wasekjen PP AHSANU (Pimpinan Pusat Ahlu Harakatissalaam Li Nadhlotil ‘Ummah)

Irjen Syahar Diantono genap satu tahun menjalankan amanahnya sebagai Kadiv Propam Polri. Pada 8 Agustus 2022 beliau dilantik menjadi Kadiv Propam oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Selama satu tahun ini institusi Polri khususnya Divisi Propam mampu menghadapi dinamika internal Polri yang menggemparkan publik. Publik terkejut sekaligus kagum atas tindakan yang dilakukan institusi Polri dalam menghadapi masalah-masalah internalnya.

Irjen Syahar Diantono merupakan salah satu abdi negara yang memiliki karakter humanis dan sederhana. Namun beliau juga sangat profesional dalam menjalankan tugasnya dengan bersikap tegas, disiplin, berintegritas, dan komitmen tinggi dalam menindak kesalahan maupun kekeliruan anggota Polri. Keputusan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memilih Irjen Syahar Diantono sebagai Kadiv Propam sangat tepat.

Meringkus Pelaku Penyelundupan Baby Lobster

Karakter tegas, disiplin, berintegritas, dan komitmen tinggi Irjen Syahar Diantono dapat dilihat dari rekam jejaknya sebagai Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri pada tahun 2020. Beliau saat itu menangani kasus penyelundupan Benih Bening Lobster (BBL). Beliau berhasil menangani kasus penyelundupan BBL dengan menangkap Kusmianto alias Lim Swie King alias Aan sebagai pelaku utama penyelundupan. Dikutip dari media kompas.com, Irjen Syahar Diantono menyita barang bukti BBL sebanyak 73.200 ekor. Irjen Syahar Diantono menyatakan meski pelaku memiliki izin penangkapan lobster, namun ukuran objek tangkapan tidak sesuai dengan syarat tangkapan yang diperbolehkan menurut Peraturan Menteri sehingga melanggar kebijakan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI 12/PERMEN-KP/2020 Tentang Pengelolaan lobster (Panulirus spp.), kepiting (Scylla spp.), dan rajungan (Portunus spp.).

Komitmen Menjaga Kelestarian Lingkungan

Tak hanya itu, Irjen Syahar Diantono pada tahun 2020 ikut andil dalam menekan penurunan Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Indonesia. Data tahun 2020 Bareskrim Polri mengamankan 141 tersangka dengan keterangan 139 perorangan dan 2 lembaga korporasi. Jika dibandingkan dengan data tahun 2019 jumlah tersangka yang diamankan berjumlah 453 dengan keterangan 429 perorangan dan 24 lembaga korporasi, maka tahun 2020 Karhutla mengalami penurunan yang cukup signifikan. Hasil proses penyelidikan Bareskrim Polri sepanjang tahun 2020, tercatat 535,84 hektar lahan mengalami kebakaran. Sedangkan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, hampir 15 ribuan hektar lahan mengalami kebakaran. Hal ini merupakan sebuah prestasi Bareskrim Polri dan jajarannya dalam menekan kasus kebakaran hutan di Indonesia. Sebagaimana pernyataan Irjen Syahar Diantono saat menjabat Direktur Tindak Pidana Tertentu Polri, dampak negatif dari kebakaran tersebut tidak hanya memberikan kerugian secara ekonomi saja, namun sisi kesehatan, ekologi, pariwisata, transportasi, perdagangan, dan industri bahkan pihak dunia menerima dampaknya.  Menurut penulis, ketegasan Polri dalam menindak Karhutla ini menjadi sebuah kebanggaan yang mana kelestarian hutan harus kita jaga demi kebaikan bangsa Indonesia.

Tangani Kasus Tewasnya Brigadir J

Di Awal masa jabatan Kadiv Propam Mabes Polri, Irjen Syahar Diantono memberikan perintah penarikan kasus tewasnya brigadir J dari Polda Metro Jaya ke Mabes Polri. Hal tersebut menjadi langkah penting dalam membedah penyelidikan. Langkah yang dilakukan Irjen Syahar Diantono dipandang publik sebagai bentuk keseriusan Polri dalam penyelidikannya. Keterangan penarikan kasus ini disampaikan Irjen Syahar Diantono dalam gelar perkara. Atas pengambilan keputusan ini, publik menilai Polri sangat serius. Keseriusan ini dapat dilihat dari penyelidikan Polri terhadap penelusuran olah TKP, pencarian barang bukti, dan mencari keterangan para saksi pembunuhan Brigadir J. Kemudian publik mengikuti topik hangat perkembangan kasus pembunuhan Brigadir J melalui media digital.

Berantas Narkoba Tanpa Pandang Bulu

Setelah 3 bulan pengangkatannya sebagai Kadiv Propam Mabes Polri, Irjen Syahar Diantono menerima tugas kembali dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit tentang penyalahgunaan narkoba di dalam institusi Polri. Kasus ini berawal dari Selasa (11/10/2022) pukul 20.00 WIB polisi melakukan penyelidikan peredaran narkoba di Kawasan Jakarta Barat yang dimana pihak warga sipil inisial H dan S melakukan penjualan sabu-sabu. Barang bukti ditemukan dengan berat 44 g sabu-sabu. Kemudian pihak polisi melakukan penyelidikan berjenjang terhadap peredaran narkoba jenis sabu-sabu. Hasil dari penyelidikan ini, Rabu (12/10/2022) pukul 13.20 WIB polisi menangkap Abeng (nama panggilan) sebagai tindak lanjut pengakuan H. Abeng memberikan keterangan bahwa terdapat pihak kepolisian yang ikut andil mengedarkan narkoba jenis sabu-sabu. Kemudian pukul 13.20 WIB Aipda AD yang merupakan tetangga Abeng ditangkap. Pukul 20.00 WIB Kapolsek Kalibaru, Kompol K ditangkap sebagai penyuplai sabu-sabu ke Aipda AD. Kasus semakin bergulir saat pukul 22.00 WIB polisi menangkap Aiptu JS yang ikut mengedarkan sabu-sabu dari Kompol K. Kamis (13/10/2022) polisi menangkap L di kediamannya kedoya dengan barang bukti 934 g sabu-sabu dan 1 device hp sebagai barang bukti. Kemudian polisi meminta L menelpon SM dengan alasan untuk membayar hutang. SM ditangkap dan mengaku mengedarkan sabu-sabu bersumber dari Akbp DP di Depok. Kamis (13/10/2022) pukul 19.00 WIB polisi mendatangi rumah Akbp DP dan ditemukannya barang bukti 984 g dan 995 g sabu-sabu. Akbp DP merupakan perwira menengah yang pernah menjadi Kapolres Bukittinggi. Jum’at (14/10/2022) Irjen TM ditangkap Kadiv Propam Irjen Syahar Diantono atas perintah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Kesimpulan dari penyelidikan ini, ditemukan kerja sama antara warga sipil dengan aparat kepolisian dalam mengedarkan narkoba jenis sabu-sabu. Pihak kepolisian yang ditangkap dan terlibat berasal dari pangkat bintara tinggi hingga pangkat perwira tinggi.

Sumber beredarnya narkoba ini berawal dari penggerebekan 41,4 kg narkoba oleh Irjen TM. Dalam pengungkapan kasus tersebut, Irjen TM sempat terkenal di ranah publik. Kemudian setelah mendapatkan prestasi atas penggerebekan narkoba seberat 41,4 kg di wilayah Sumatera Barat, Irjen TM menyita narkoba jenis sabu-sabu dari delapan orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Dalam penangkapan dan penyitaan tersebut, ada dugaan Irjen TM mengambil barang bukti 10 kg sabu-sabu kepada seorang Kapolres. Setelahnya Irjen TM melakukan transaksi 5 kg sabu-sabu dengan pihak tertentu.

Penyelidikan dan penangkapan penyalahgunaan narkoba di internal Polri oleh Irjen Syahar Diantono patut diacungi jempol. Sebab tindakan tersebut, dilakukan untuk membersihkan internal Polri dari citra buruk. Hal tersebut juga ikut mengangkat komitmen kuat Polri dalam memberantas narkoba tanpa pandang bulu dan terbuka. Semangat restorasi yang dilakukan oleh Irjen Syahar Diantono menjadi langkah konkrit dalam pembersihan tubuh polri. Hal ini dapat dilihat dari Langkah-langkah cepat dalam penanganan kasus Irjen TM.

Menariknya, saat melakukan penyelidikan penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu di internal Polri, Presiden Joko Widodo melalui Surat Telegram Rahasia atau STR kamis (13/10/2022) memanggil seluruh pejabat Polri untuk hadir di Istana Negara, Jumat (14/10/2022). Saat acara tersebut berlangsung, Irjen Teddy Minahasa Kapolda Sumatera Barat yang baru dimutasi tugas sebagai Kapolda Jawa Timur dan Irjen Syahar Diantono selaku Kadiv Propam Mabes Polri tidak hadir di acara tersebut. Setelah acara bertemu Presiden selesai, berita penangkapan Irjen Teddy Minahasa oleh Kadiv Propam Irjen Syahar Diantono beredar di media sosial. Hal ini menjelaskan bahwa Irjen Syahar Diantono. menjalankan tugas secara totalitas dan profesional.

Restorasi Propam Polri

Belakangan ini kinerja anggota Divpropam Polri viral dan menjadi sorotan publik, sosok anggota Propam Polri tersebut diantaranya yakni: Pertama, Bripka Heri Prasetyo Anggota Subbidprovos Bidpropam Polda DIY yang membangun fasilitas sekolah TK gratis di Desa Girisekar Gunung Kidul, beliau dikenal karena kepeduliannya terhadap pendidikan anak-anak dengan membangun dan membiayai operasional Taman Kanak-kanak (TK) Bumi Damai Indonesia. Kedua, Kompol Irawan Setyono Kasubbid Paminal Bidpropam Polda Kaltim yang menggagas ‘Polisi Mengabdi’ yang dijalankan di desa Muara Andeh yang terletak di Kecamatan Muara Samu, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Program yang digagas tersebut meliputi pendidikan, Pembangunan infrastruktur desa, hingga aksesibilitas masyarakat. Warga Desa Muara Andeh yang semula kesulitan akses pendidikan dan aksesibilitas, kini mulai lebih mudah berkat program Polisi Mengabdi tersebut. Ketiga, Aiptu Nana Sumarna Ps Pamin Subbag Renmin Bidpropam Polda Jambi yang bukan hanya saja dikenal sebagai seorang polisi di wilayah Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Paal Merah, Kota jambi, Jambi. Dia juga dikenal sebagai seorang guru mengaji Al-Qur’an. Selain itu, bacaan do’a-do’a juga diajarkannya kepad para muridnya. Semua dilakukannya secara gratis. Lahirnya anggota Propam Polri yang berdedikasi tersebut di atas tentu tidak terlepas dari peranan penting Kadiv Propam Irjen Syahar Diantono dalam memberikan inspirasi terhadap anggotanya.

Pada era digital hari ini, transformasi program Dumas Presisi Divpropam Polri semakin hari semakin berkinerja responsif, dan cepat, dalam hal ini Divpropam menyediakan sarana publik berupa no WA Yanduan (pelayanan aduan) 0812-1010-6700.  Hal ini bertujuan untuk pengaduan masyarakat umum kepada petugas Yanduan. Pelayanan ini memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengadu kepada Kepolisian, sehingga program Dumas Presisi ini sangat diapresiasi oleh masyarakat. Program Yanduan ini didukung oleh Propam Integrated System (PIS), sebagai sistem controlling dan monitoring serta big data controlling pimpinan. Survei Litbang Kompas dilakukan pada 12 hingga 16 juni 2023 terhadap 1005 responden di 34 Provinsi. Hasil dari survei tersebut, responden menilai program Dumas Presisi sangat responsif melayani aduan masyarakat dengan persentase sebesar 78,5 persen, dan responden menjawab puas atas transparansi selama pengaduan berlangsung dengan persentase sebesar 64,3 persen. Terobosan ini menjadi inovasi baru dalam menjawab tantangan zaman di era keterbukaan informasi. Dengan adanya aplikasi ini penulis berharap Divpropam yang dipimpin oleh Irjen Syahar Diantono selalu menjadi rekan maupun sahabat masyarakat yang selalu berada di garda terdepan dalam penegakan hukum di Indonesia.

Sosok Irjen Syahar Diantono dinilai memiliki karakter humanis, sederhana, tegas, disiplin, berintegritas, dan komitmen tinggi dalam menjaga nilai-nilai luhur Tribrata dan Satya Haprabu. Semoga keteladanan beliau dapat menjadi contoh bagi para anggota Polri di seluruh Indonesia. Salam Presisi!. RIF*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.