Land Clearing Lahan Jalan Tol Tambang Sudah 80 Persen

Sekda Kabupaten Bogor, Burhanudin. (Khaerul Umam | Pakar)

CIBINONG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin, mengungkap saat ini progres pembukaan lahan (land clearing) bakal calon Jalan Tol Tambang telah mencapai 80 persen.

Persiapan itu, kata dia, untuk menyambut rencana peletakan batu pertama oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang akan dilaksanakan Desember 2022.

“Dari rencana 11,7 kilometer, proses land clearing sudah mencapai 9,4 kilometer. Insha Allah peletakan baru pertama awal Desember 2022 dilakukan langsung Pak Gubernur,” kata Burhan, Rabu (30/11/2022).

Menurutnya, land clearing saat ini tengah dilakukan BUMD Jawa Barat PT Jasa Sarana, sementara pembangunan konstruksi dilakukan PT Jaya Baya. Dia berharap, pembangunan Jalan Tol Tambang itu, dapat mengobati keluhan masyarakat selama ini.

Terlebih, dia meyakini 90 persen masalah yang selama ini terjadi di kawasan tambang seperti wilayah Kecamatan Rumpin, Cigudeg dan Parungpanjang, dapat diselesaikan oleh adanya jalan khusus tersebut.

“Selama ini kan banyak keluhan dari masyarakat, terkait polusi, macet, debu dan kecelakan lalu lintas karena truk pengangkut material tambang juga digunakan masyarakat sehari-hari. Jalan umum,” katanya.

Burhan juga berharap pembangunan Jalan Tol Tambang itu bisa selesai di tahun 2023.

“Insha Allah September 2023 selesai. Karena selain menyelesaikan masalah masyarakat, jalan tersebut juga menjadi janji Gubernur saat pertama kali dilantik 2018 lalu. Jadi sebelum gubernur jabatannya selesai, sudah bisa diresmikan,” tuturnya.

Sementara, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) Kabupaten Bogor, Suryanto Putra menjelaskan, nantinya pintu-pintu masuk Jalan Tol Tambang itu dekat dengan lokasi-lokasi penambangan.

“Titiknya dari Cigudeg. Nanti ada lima pintu masuk mendekati lokasi tambang, sehingga mengurangi potensi truk-truk pengangkut tambang itu melintas di jalan umum,” kata Suryanto.

Menurutnya, setiap pintu masuk tol, akan digunakan untuk transporter beberapa perusahan tambang yang beroperasi di Bumi Tegar Beriman. “Di sana kan akan sekitar 30 izin usaha tambang. Jadi nanti masuk ke tol, tembus ke JOR III,” kata dia.

Meski begitu, dia berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga mengkaji potensi timbulnya masalah sosial. Seperti pemilik-pemilik warung yang akan kehilangan pendaringan, hingga para ‘pak ogah’ juga kehilangan pendapatan.

Dampak baiknya, masalah kemacetan, risiko kecelakan dan polusi debu dari truk pengangkut tambang akan berkurang dengan adanya tol tersebut. “Cuma nanti harus dikaji lebih lanjut kaitan dengan masalah sosialnya. Masyarakat yang selama ini menikmati seperti warung-warung, pak ogah nanti mau seperti apa,” kata Suryanto.

Sementara pengadaan lahan pembangunan tol, seluruh pemilik izin usaha tambang, telah sepakat memberikan sebagian lahan mereka untuk dijadikan tol, di samping membebaskan lahan-lahan milik masyarakat.

“Pemilik izin usaha tambang sudah mau. Memang sudah ada yang dibebaskan lahan masyarakat, yang di lahan tambang juga ada sekitar 40 persen dibebaskan. Intinya para pemilik izin usaha siap untuk melepas lahannya untuk pembangunan itu,” jelas Suryanto. =MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.